Rapat Koordinasi Penanganan Pasca Gempa di Kabupaten Majene.

Wakil Bupati Majene Arismundar menghimbau agar para pengungsi gempa bumi untuk kembali ke rumah masing masing. Dengan melihat analisa BMKG dan instruksi dari BNPB bahwa puncak gempa 5.8 Magnitudo yang terjadi Rabu 8 Juni lalu, merupakan puncak gempa dan setelahnya hanya ada gempa gempa kecil di masa peluruhan gempa yang besar. ” Insya Allah mudah mudahan tidak akan ada lagi gempa susulan yang lebih besar, silahkan kembali kerumah dan beraktifitas kembali” jelasnya.
Aris juga menginstruksikan agar pihak Pemerintah Kecamatan dan BPBD segera melakukan pendataan tentang rumah warga yang mengalami kerusakan.



Turut hadir dalam rapat tersebut Dandim 1401 Majene, Kapolres Majene, Perwakilan Kajari Majene, Kepala Pelaksana BPBD, para Camat yang terdampak gempa

Kepala Pelaksana BPBD Majene Ilhamsyah melaporkan telah mendapatkan dana siap pakai dari BNPB Pusat sebesar Rp 250 juta.
BPBD Majene juga telah mengeluarkan SK tanggap darurat sebagai dasar dari Provinsi Sulbar dalam manyalurkan bantuan.

Ia juga mengatakan pasca kejadian gempa rabu kemarin, pada malam hari di laporkan ke Pemerintah Provinsi jumlah pengungsi sebanyak 7000 an orang. Hal tersebut merupakan hasil laporan yang di rangkum dari setiap kepala Desa mulai dari Maliaya hingga di Kecamatan Tammero’do. Meski demikian, pihaknya tetap mendata secara akurat jumlah pengungsi hingga saat ini.

Mantan Kabag Pemerintahan Setda Majene ini juga melaporkan masih ada bantuan berupa logistik dari BNPB Pusat berupa beras, air mineral, mie instan sebanyak dua truk. ” bantuan logistik ini sudah dalam perjalanan ke Mamuju dan sebelum diserahkan ke kita akan diserahlan dulu ke Pemprov Sulbar” bebernya.

Camat Malunda juga menyampaikan hingga saat ini ribuan warga di kecamatan Malunda masih bertahan di pengungsian. Saat siang hari banyak yang kembali dirumah untuk beraktifitas, namun untuk malam hari mereka tetap berlindung di pengungsian.

🔥21

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here