Pelaksanaan Program Trauma Haaling Korban Bencana Alam.


Puluhan ibu – ibu dan anak anak yang merupakan warga pengungsi korban bencana alam (gempa bumi dan banjir) di Desa Mekkatta Kecamatan Malunda diberikan program trauma healing pada Rabu 15 Juni 2022. Trauma healing merupakan proses memulihkan emosi dan korban dari ketakutan agar bisa bertahan hidup tanpa bayang-bayang ketakutan.

Program trauma healing diberikan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Majene dalam hal ini BPBD bersama stakeholder terkait. Kegiatan tersebut di hadiri langsung oleh
Sekertaris Daerah Majene, Dandim 1401, Kapolres Majene serta para pimpinan OPD lainnya.



Sekda Majene Ardiansyah mengaku baru pertama kali mengunjungi warga pengungsian aholeang rui di Desa Mekkatta Malunda. Meski demikian, ia bersama para pejabat lainnya telah beberapa kali telah merumuskan kebijakan terkait penanganan bencana di Kecamatan Malunda dan Ulumanda.
Termasuk langkah cepat pembangunan rumah bagi korban bencana dengan melibatkan pihak kontraktor. Pasalnya jika menunggu APBN tentu akan cukup memakan waktu. Nanti setelah dana tersebut turun baru akan di bayarkan ke pihak kontraktor. Untuk itu ia dan pimpinan OPD akan kembali mengecek hasil pembangunan rumah tersebut, apakah sesuai spesifikasi sesuai yang perjanjian.
” ini pertama kali saya datang kesini sejak menjabat sebagai sekda 6 bulan lalu, tapi saya dan pimpinan opd lainnya telah berulangkali melakukan pembahasan dan merumuskan kebijakan terkait penanganan bencana di daerah ini” ucapnya.

Terkait pelaksanaan program trauma healing bagi korban, Ardiansyah berharap akan mengobati ketakutan pada warga terdampak khususnya anak anak. Pasalnya jika diabaikan tanpa ada penanganan bisa berbahaya khususnya bagi kejiwaanya. Majene Lanjutnya, memiliki sejarah peristiwa gempa yang cukup panjang, dimulai dari tahun 1969 terjadi gempa bumi 6.9 magnitudo dan menyebabkan tsunami, kemudian terjadi lagi di Tahun 2021 dengan kekuatan 6.2 Magnitudo dan yang terkahir kemarin dengan kekuatan 5.8 Magnitudo. Hal tersebut tentu menimbulkan ketakutan dan rasa trauma apalagi bagi warga yang telah melalui masa masa sulit pasca bencana di tahun tahun sebelumnya” yang kita khawatirkan mental orang tua terganggu, dikesempatan ini perlu dimanfaatkan yang akan mengajarkan kita bagimana bersikap tenang dan siaga pasca bencana” ujar Ardiansyah.

Ia juga berharap, pihak Puskesmas Malunda lebih sering datang kelokasi dan mengecek kesehatan warga. Mantan Sekda Mamasa ini juga menginstruksikan kepada pemerintah desa dan kecamatan untuk memastikan warganya telah memiliki kartu BPJS Kesehatan.

🔥9

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here