Coffe Morning Lingkup Pemerintah Kabupaten Majene.

Usai pelaksanaan Upacara Bendera Lingkup Pemerintah Kabupaten Majene, dilanjutkan dengan kegiatan rutin Coffe Morning Senin 3 Oktober 2022. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Sekertaris Daerah Majene Ardiansyah didampingi Asisten I dan II Setda Majene di Pendopo Rujab Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Majene membahas persoalan rumah kos- kosan yang menjamur di Majene. Meski hal tersebut merupakan konsekwensi dari status Majene sebagai Pusat Pendidikan, namun perlu aturan jelas terkait penanganan kos-kosan, jangan sampai mengganggu kelokalan,  budaya dan religiuitas di Bumi Assamalewuang. Apalagi jumlah mahasiswa yang masuk di Majene selalu bertambah yang datang dari berbagai daerah di luar Sulbar, yang tentu berdampak pada akulturasi budaya dan lainnya.

Mengantisipasi berbagai hal negatif yang bisa terjadi, ia menginstruksikan  kepada Dinas Perkimtan dan Kesbangpol agar menyusun surat Bupati yang ditujukan kepada Camat, Lurah dan Kaling untuk dilanjutkan kepada para pemilik kos-kosan agar melakukan upaya – upaya edukasi dan pendisiplinan kepada para penghuninya. Seperti tidak melakukan hal – hal yang melanggar hukum, ketertiban dan norma agama dan budaya di  lingkungannya masing-masing. Termasuk berkolaborasi dengan Satpol PP untuk melakukan pantauan secara rutin di berbagai rumah kos di Majene.

Hal tersebut kata Mantan Sekda Mamasa ini, juga merupakan masukan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kepada Pemda Majene, terlebih perda yang mengatur hal tersebut  tengah di godok di DPRD.” Saya minta Kesbang dan Dinas Perkimtan segera merumuskan surat Bupati, secepatnya harus rampung sebelum pelaksanaan coffe morning minggu depan “ Ujarnya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan dr Rahmat Malik juga mendukung upaya tersebut, apalagi ia melihat perkembangan Majene sebagai Pusat Pendidikan di Sulbar sangat signifikan. Ia mencotohkan beberapa spot wisata baru seperti di wilayah parang-parang setiap malam minggu sering di gunakan untuk berkemah oleh para kawula muda. Namun ironisnya setelah itu  banyak ditemukan alat kontrasepsi dan bungkusan obat batuk saset “komix”. “ jangan sampai kegiatan refresing ini lebih banyak dampak buruknya, saya kira ini perlu di tindak lanjuti “ sambungnya.

Hal senada juga disampaikan Kadis Kominfo Andri Nugraha, ia mengaku tinggal di sekitaran Lingkungan Cilalallang, ada spot wisata yang juga sering di tempati para anak muda dan dilokasi tersebut juga banyak berserakan bungkusan obat batuk saset.

Hadir dalam kegiatan Coffe Morning tersebut, Staf Ahli Bupati, para pimpinan OPD dan para Kabag Setda Majene.

🔥34

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here