POTENSI DAERAH

Potensi unggulan daerah Kabupaten Majene, sangat ditentukan oleh  kondisi geografis daerah ini dengan tiga dimensi wilayah yang meliputi: perairan, dataran dan pegunungan. Hal tersebutmenyebabkanterdapatnya perbedaan sumber daya alam antar wilayah, sehingga nampak pada bervariasinya komoditi unggulan yang diusahakan di tiap-tiap wilayah tersebut.

Komoditi-komoditi yang menjadi potensi unggulan daerah ini dapat digambarkan per sektor sebagai berikut:

A. Pertanian

Kabupaten Majene berdasarkan letak geografisnya merupakan daerah dengan kondisi tanah yang sebagian besar tandus, yaitu pasir bercampur batu kapur.  Persawahan pada wilayah Kabupaten Majene sebagian besar berada pada kecamatan Sendana sampai kecamatan Malunda dan merupakan sawah tadah hujan, walaupun pada beberapa lokasi menggunakan system pengairan pompanisasi.Untuk mendukung produksi pertanian maka telah dibangun saluran irigasi sekunder dan tersier yang mengalirkan air hingga lokasi persawahan masyarakat.

Untuk komoditi tanaman pangan yang berpotensi menjadi komoditi unggulan adalah ubi kayu,ubi jalar, jagung, kacang hijau dan kacang tanah.Meskipun memiliki jumlah produksi yang dominan, namun produksi komoditi tanaman pangan belum mampu secara signifikan  mengangkat kehidupan perekonomian masyarakat. Jumlah produksi dan luasan panen serta lokasi pengembangan masing-masing komoditi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ;

Tabel 1.6       Perkembangan Komoditi unggulan Sektor Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Majene Kurun Waktu 2010 – 2014

No Jenis Komoditi Jumlah Produksi (Ton) Luas Panen (Ha) Lokasi Pengembangan
2010 2011 2012 2013 2014  2010 2011 2012 2013 2014
1. Padi Sawah 8.762 8,654 7,424 7.919 13.980 1,564 1,533 1,280 1,470 2.081 Sendana,Tubo,Malunda,Ulumanda
2. Ubi Jalar 1.142 1.294 1.280 1,001.17 759,99 143 162 160 125 95 8 Kecamatan
3. Jagung 1.769 1.525     2.422.4 2,492.9 978,56 421 360 572 394 161 8 Kecamatan
4. Kacang Hijau 271 121 182 157.7 95,59 271 120 182 160 98 8 Kecamatan
5. Padi Ladang 417 1,947  5.740 7,968.1 8.150,14 1.365 649 1,400 1,966 2.002 Sendana,Tammeroddo,Tubo,Maluda & Ulumanda
6. Ubi kayu 6.353 7.464 8.250 7,053.4 13.980,68 436 513 567 495 394 8 Kecamatan

Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan  Kab. Mejene

B. Perkebunan

Di sektor tanaman perkebunan, komoditi Kakao berhasil melampaui dominasi komoditi Kelapa Dalam yang menjadi komoditi unggulan dan cukup dominan, tapi mengalami penurunan produksi dari 10.118 ton  dengan luas panen 7.495 hektar pada tahun 2011 menjadi 7.838 ton pada tahun 2012 dengan luas panen 6.825,40 hektar. Adapun jumlah produksi Komoditi Kakao  pada tahun 2012 ini adalah 8.024,25 Ton dengan luasan panen sebesar 8.940 hektar. Secara umum perkembangan jumlah produksi, luasan panen dan lokasi pengembangan beberapa tanaman perkebunan kurun waktu 2008 – 2012digambarkan pada tabelberikut ;

Tabel  1.7      Perkembangan Komoditi unggulan Sektor Perkebunan Kabupaten Majene Kurun Waktu 2010 –  2014

No Jenis Komoditi Jumlah Produksi (Ton) Luas Panen (Ha) Lokasi Pengembangan
2010 2011 2012 2013 2014 2010 2011 2012 2013 2014
1. Kakao 4.758 9.024 8.024,3 8,366.5 7,501 7.712 10,254 8,940 9,213.2 8.815,5 8 Kecamatan
 2 Kelapa Dalam 7.487 10.118 7.838 7,108.8 5,009 7.308 7,495 6,825.5 6,767 6.645 8 Kecamatan
3 Kelapa Hibrida 734 836 749,40 693.25 386,16 699 869 621 599 377 8 Kecamatan
4 Kemiri 1.808 2.014 2.588,8 2,780.9 1.740,75 2.225 2,275 1,796 1,804.2 1,758,95 8 Kecamatan
5 Cengkeh 181 288 240 236 103,4 351 443 395.5 391.5 398,5 8 Kecamatan


C. Kehutanan

Komoditas kehutanan yang menonjol dan sangat prioritas untuk dikembangkan adalah tanaman Jati dengan luas lahan sebesar 425 Hektar dengan jumlah produksi pada tahun 2012 adalah 5.939 batang atau 367,73 m3.  Tanaman Jati tersebut dikembangkan di 7 Kecamatan yaitu Banggae Timur, Pamboang, Sendana, Tubo Sendana, Tammerodo Sendana, Ulumanda dan Malunda dengandaerah pemasaran jati adalah dengan provinsi tujuan Yogjakarta, Pinrang dan pasar lokal.

Sedangkan perkembangan jumlah produksidan lokasi pengembangan beberapa sektor kehutanan kurun waktu 2012dapat dilihat pada tabelberikut :

Tabel 1.8    Daftar Komoditi Hasil Hutan tahun 2012

No Jenis Komoditi Produksi Daerah Pemasaran
Btg M3
1 Suren 283 9,074 Majene
2 Gmelina 2.395 36,27 Polman
3 Jati 6.719 298,243 Yogyakarta, Pinrang, Majene
4 Ketapang 271 808 Majene
5 Jabon 1.225 31,8328 Majene
6 Durian 4902 140,0112 Majene

 

D. Perikanan

Posisi Kabupaten Majene yang  berada di daerah pesisir dengan luas perairan mencapai 1.000 Kilometer, menjadikan sektor Perikanan menjadi sektor unggulan di daerah ini.Di samping itu juga terdapat 270 hektar persegi areal tambak yang berproduksi dari potensi  total areal per tambakan yang mencapai 450 Hektar.  Jenis komoditi unggulan terdiri dari komoditi perikanan tangkap yaitu ikan tuna, cakalang, tongkol, layang, ikan terbang dan ikan layang, serta komoditi perikanan budidaya yang terdiri dari udang windu dan ikan bandeng.Dan salah satu jenis komoditi baru yang sangat potensil untuk di kembangkan adalah budidaya udang Vanama, yang sudah diperkenalkan dan di kembangkan di kecamatan Banggae, Banggae Timur dan kecamatan Malunda.  Jenis komoditi, jumlah produksi sentra sentra produksinya dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 1.9       Perkembangan Komoditi Unggulan Sektor Perikanan Kabupaten Majene kurun waktu 2010 – 2014

No Jenis Komoditas/

Potensi

Jumlah Produksi (Ton) Lokasi
2010 2011 2012 2013 2014 Kecamatan Kel/Desa
1 Perikanan Perikanan Tangkap
Ikan Tuna 508

 

613,1

 

1.093,8 1.132,6 848,6 Banggae Timur Baurung dan Labuang
Banggae Pangaliali,Kel.Baru, Kel Totoli
Sendana Sendana
Tammerodo Sendana Tammerodo
Tubo Sendana Onang
Cakalang 496,0 504,2 524,5 512,70 492,3 s.d.a
Tongkol 970 1.045 1419,3 1.409,8 535 s.d.a
Layang 514

 

482,0

 

536 541,5 565,5 Banggae Kel.Baru

Pangaliali

Malunda Mekkatta
Malunda
Ikan Terbang 623,0 829,00 510,5 543,9 541 Banggae Totoli
Sendana Mosso

Mosso Dua

Tubo Sendana Onang
Ikan Merah 158,00 71,00 68,90
Campuran 1.123 3.060 709
2 Perikanan Budidaya
Udang Windu 28 20 23,84 38,94 12,368 Banggae Timur Baurung
Pamboang Lalampanua
Sendana
Malunda
Ikan Bandeng 227,1 158,9 202,1 262,68 87,257 s.d.a
Ikan Mas 2,30 2,0 2,0 Banggae Timur
Banggae
Pamboang
Sendana
Malunda
Ulumanda
Ikan Nila 0,70 2,10 s.d.a
Udang Vanama 13,86 72,34 9,513 Banggae,

B.Timur,

Malunda


E. Peternakan

Dari data yang ada, mayoritas penduduk Kabupaten Majene memiliki ternak keluarga yang dikelola secara tradisional, namun hasilnya dapat menjadi sumber pendapatan tambahan sehingga komoditas ini potensial untuk dikembangkan. Komoditi ternak kambing merupakan primadona dan bahkan  daerah ini menjadi  pusat peternakan Kambing di propinsi Sulawesi Barat. Perkembangan beberapa jenis ternak yang diusahakan dalam kurun waktu 2007 – 2012dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 1.10 Perkembangan Komoditas Unggulan Sektor Peternakan Kurun Waktu 2009- 2014

No Jenis Komoditas Jumlah Populasi (Ekor)
2009 2010 2011  2012 2013 2014
1.

 

Sapi

 

19.747

 

20.334

 

12469

 

14.038

 

15,484 16,448
2.

 

Kerbau

 

205 215 159 165 191 215
3.

 

Kuda

 

164

 

174

 

177

 

179

 

190 213
4.

 

Kambing

 

30.834

 

31.391

 

31.639

 

36.104

 

49,932 63,962
5.

 

Ayam Buras

 

9.918

 

9.929

 

9.953

 

10.002

 

10,156 72,988
6.

 

Ayam  Potong

 

61.774

 

61.987

 

61.757

 

62.030

 

62,313 83,961
7. I t i k

 

7.858 7.945 7.462 7.350

 

139,890 10,149

Untuk pengembangan wilayah pada sektor peternakan berdasarkan komoditas dijabarkan dalam tabel sebagai berikut:

 

Tabel 1.11  Kawasan Sentra Pengembangan TernakKabupaten Majene

No. Lokasi (Kec) Komoditi
1. Banggae Kambing dan Ayam Buras
2. Banggae Timur Kambing, Sapi dan Ayam Buras
3. Pamboang Kambing dan Sapi
4. Sendana Kambing dan Sapi
5. Tammeroddo Sendana Kambing dan Sapi
6. Tubo Sendana Kambing, Sapi dan Ayam Buras
7. Malunda Kambing, Sapi dan Ayam Buras dan Itik
8. Ulumanda Kambing, Sapi dan Ayam Buras

 

F. Pertambangan

Potensi pertambangan yang terdapat di Kabupaten Majene cukup beragam.  Potensi tambang yang ada antara lain lempung, batu pasir, batu gamping, dasit, andesit, pasir, batubara, bijih besi, dan emas.  Berdasarkan hasil penyelidikan geologi lingkungan kawasan pertambangan Kabupaten Majene yang dilakukan oleh Departemen Energi, Sumberdaya dan Mineral RI, potensi tambang tersebut tersebar di semua Kecamatan.  Potensi dan lokasinya dapat dilihat pada tabel berikut ; 

Tabel  1.12Potensi Pertambangan Kab. Majene

No Uraian Luas (Ha) Sumberdaya (m3) Lokasi (Kecamatan)
1 Lempung 379,96 26.277.234 Banggae Timur, Sendana dan Tammerodo Sendana
2 Batu Pasir (bps) 980,2 213.037.667 Banggae, Sendana, Malunda
3 Batu Gamping 1.402,08 341.999.466 Banggae, Banggae Timur, Tubo Sendana, Malunda
4 Dasit (Da) 1.320,00 1.619.200.000 Pamboang
5 Andesit (an) 462,25 29.167.871 Pamboang, Tubo Sendana, Malunda
6 Pasir 289,89 1.837.200 Tubo Sendana, Malunda
7 Batubara 10.108 Hipotik Malunda
8 Biji Besi 8.804 Hipotik Malunda
9 Emas 4.698 Hipotik Pamboang

 

  1. Pertumbuhan Ekonomi/ PDRB

Pertumbuhan   Ekonomi merupakan suatu indikator penting untuk mengetahui keberhasilan pembangunan suatu daerah.Indikator  tersebut dapat diukur dengan memanfaatkan hasil perhitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Analisis hasil perhitungan PDRB tersebut dapat digunakan untuk melakukan pengukuran pencapaian indikator makro ekonomi yang  indikatornya terdiri dari; Perkembangan Ekonomi dengan perhitunganProduk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan harga berlaku, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) denganperhitungan PDRB berdasarkan harga harga konstan danPDRB per Kapita.

  • Perkembangan Ekonomi

Perkembangan ekonomi Kabupaten majene selama periode tahun 2009 sampai 2012, terus memperlihatkan kecenderungan yang positif  yangditandai dengan peningkatan PDRB atas dasar harga yang berlaku.  Pada tabel 1.12nampakbahwa pada tahun 2009 nilai PDRB atas dasar harga yang berlaku sekitar 1.121,907 milyar rupiah meningkat menjadi 1.339,663 milyar di tahun 2010,1.506,698 milyar rupiah pada tahun 2011 dan terus meningkat sampai dengan 1.672,717 pada tahun 2012 dengan rata-rata perkembangan sekitar 14,22 persen pertahun.

Tabel 1.13      PDRB Kabupaten Majene Atas Dasar Harga   Berlaku Tahun 2010 – 2013 (milyar rupiah)

Tahun PDRB Atas Dasar Berlaku Perkembangan (persen)
2010 1.339.663,41 19,41
2011 1.506.698,76 12,47
 2012 1.672.717,94 11,22
2013 1.848.564,38 10,55
Rata-rata Xxxxxx 13,36

Sumber : BPS Kabupaten Majene

  • Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE)

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Majene juga terus mengalami peningkatan, hal ini ditunjukkan dengan angka PDRB atas dasar harga konstan yang tercipta terus meningkat, yakni tumbuh sekitar 8,94 persen pada tahun 2009, kemudian tumbuh menjadi 9,88 persen pada tahun 2010, mencapai pertumbuhan 7,52 persen pada tahun 2011 dan 7,04 ditahun 2012. Adapun   Peningkatan nilai PDRB tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 1.14 PDRB Kabupaten Majene Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2010 – 2013 (milyar Rupiah)

Tahun PDRB Atas Dasar Konstan Pertumbuhan (persen)
2010 611,588,43 9,88
2011 657,603,17 7,52
 2012 703.893,59 7,04
2013 743.052,47 5,56
Rata-rata 7,50

Sumber : BPS Kabupaten Majene

Pada tabel di atas terlihat bahwa tahun 2010 perekonomian Kabupaten Majene mengalami pertumbuhan sekitar 9,88 persen, pada tahun 2011pertumbuhan ekonomisekitar 7,52persen. Selanjutnya pertumbuhan ekonomi pada tahun  tahun 2012 sebesar 7,04 persen,dan pada tahun 2013 bertumbuh sekitar 5,56 persen. Dengan demikian secara rata-rata perekonomian Kabupaten Majene dari tahun 2010 sampai dengan 2013mengalami pertumbuhan sebesar 7,5 persen. Meskipun tingkat pertumbuhan tersebut menunjukkan tren positif, namun pada periode 2010 sampai 2013 terdapat kecenderungan perlambatan pertumbuhan.

Sementara itu struktur ekonomi Kabupaten Majene pada kurun waktu tahun 2010 – 2013 tidak mengalami pergeseran yang berarti, yaitu masih didominasi sektor pertanian yang ditopang oleh subsektor perkebunan dengan kontribusi sekitar 19,90 persen.  Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Kabupaten Majene perekonomiannya masih mengandalkan pada sektor pertanian dan tanaman perkebunan.  Selain pertanian sektor lain yang mempunyai kontribusi cukup besar adalah sektor jasa-jasa, sektor perdagangan, hotel, restoran dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, sedangkan sektor yang mempunyai  kontribusi paling kecil adalah sektor pertambangan dan penggalian.

Laju dan sumber pertumbuhan ekonomi dan struktur ekonomi Kabupaten Majene kurun waktu  2010 – 2014 dapat di lihat pada tabel-tabel berikut ;

Tabel 1.15     Pertumbuhan Ekonomi setiap Sektor Ekonomi di Kabupaten Majene kurun waktu 2010 – 2014 (persen)

No Lapangan Usaha 2010 2011 2012 2013
1 Pertanian  6,61  6,03  3,69 1,66
2 Pertambangan dan Penggalian 22,35 13,27 14,37 18,02
3 Industri dan Pengolahan 16,87 5,26 5,07 8,87
4 Listrik, Gas & Air Bersih 27,76 24,11 11,71 17,91
5 Bangunan 25,46 14,39 6,39 4,87
6 Perdagangan,Hotel & restaurant  11,06 7,87 7,90 7,64
7 Angkutan & Komunikasi 6,10 12,32 8,36 7,98
8 Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan 27,05 0,93 6,53 10,15
9 Jasa-jasa (0,04) 13,30 18,23 9,62
PDRB 9,88 7,52 7,04 5,56

Sumber : BPS Kabupaten Majene

Tabel  1.16      Struktur Ekonomi Kabupaten Majene Tahun 2009 – 2011 (persen)

No Lapangan Usaha 2010 2011 2012 2013
1 Pertanian 50,56 50,51 48,87 47,46
2 Pertambangan dan Penggalian 0,79 0,90 0,96 1,02
3 Industri dan Pengolahan 3,16 3,12 2,99 3,03
4 Listrik, Gas & Air Bersih 0,72 0,81 0,82 0,95
5 Bangunan 5,46 5,63 5,49 5,29
6 Perdagangan,Hotel & restaurant 11,68 11,28 11,4 11,76
7 Angkutan & Komunikasi 3,18 3,28 3,30 3,39
8 Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan 9,72 9,48 9,32 9,56
9 Jasa-jasa 14,72 15,48 16,81 16,81
PDRB 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber : BPS Kabupaten Majene

  • PDRB per Kapita

PDRB Perkapita atau pendapatan perkapita merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk menggambarkan tingkat kemampuan masyarakat secara makro.Dalam periode empattahun terakhir ini, PDRB perkapita Kabupaten Majene selalu mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada tahun 2009 PDRB perkapita Kabupaten Majene sebesar 8.416.665 rupiah, kemudian pada tahun 2010 meningkat menjadi 8.975.597 rupiah.Tahun 2011 meningkat menjadi 9.797.664 rupiah dan pada tahun 2012 mencapai angka 10.584.411

Namun demikian PDRB Kabupaten Majene tersebut masih berada dibawah jika dibandingkan dengan angka PDRB perkapita Propinsi Sulawesi Barat. Adapun perbandingan PDRB perkapita Majene dengan PDRB perkapita Sulawesi Barat, dapat di lihat pada tabel 1.17 berikut :

Tabel 1.17  Perbandingan PDRB Perkapita Majene Dengan PDRB Perkapita Propinsi  Sulawesi Barat (Rupiah)

Tahun PDRB Perkapita Majene PDRB Perkapita Sulawesi Barat
2010 8.975.597 9.482.255
2011 9.797.664 10.843.698
2012 10.584.411 11.828.887
2013 11.634.240 13.112.416

Sumber : BPS Kabupaten Majene