Piala Adipura, merupakan penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Mengingat skala nya nasional dan merupakan salah satu penghargaan tertua yang di selenggarakan oleh Kementrian Negara Lingkungan Hidup, maka secara kasta penghargaan ini sangatlah bergengsi. Setiap daerah di Indonesia tentu saja berangan – angan menggondol piala Adipura ke daerahnya, tak terkecuali kabupaten Majene.

Dahulu kala mungkin kita pernah mendapat piagam adipura, namun merasakan predikat peraih Piala Adipura untuk kategori apapun masih belum kesampaian hingga kini. Permasalahan yang paling utama adalah ketidaksiapan, bukan hanya dari sisi pemerintah namun juga masyarakat yang paling bersinggungan dengan lingkungan.  Meski demikian, bukan berarti Majene sama sekali tidak memiliki kans untuk masuk dalam jajaran peraih Piala Adipura. Ide dari Sekertaris kabupaten Majene Syamsiar Muchtar ini bisa menjadi pembuka lahirnya kebijakan dan program jitu lainya, dalam mengatasi permasalahan kebersihan lingkungandi Majene, sekaligus mendapatkan kesempatan, untuk meraih penghargaan yang sejak lama di impikan tersebut.

Mantan kepala Bappeda Majene ini mengatakan, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan program kebersihan, dengan mengadakan Piala Adipura secara lokal di Majene. Perlombaan tersebut harus melibatkan seluruh kecamatan dengan menggunakan indikator penilaian sesuaistandar nasional Piala Adipura selama ini.  Hal ini kata Syamsiar akan memudahkan pemerinah daerah dan masyarakat dalam mempersiapkan diri menuju penilaian Adipura yang sesungguhnya.“ kalau itu yang kita lakukan, maka kemungkinan Majene membawa pulang Piala Adipura bisa terwujud bukan lagi sekedar harapan, tapi bisa jadi kenyataan” terangnya beberapa waktu lalu.

Syamsiar juga menjelaskan, permasalahan sampah dan kebersihan di Majene tidak hanya terletak dari kesadaran masyarakatnya tapi juga infrastruktur pengakutan sampah yang perlu di benahi. Armada sampah yang dimiliki kebanyakan tidak memenuhi standar untuk pengangkutan sampah secara optimal. Bahkan sudah banyak armada pengakutan sampah yang sudah tua. “ saya pernah bilang jangan menunggu armada anda tua kemudian jadi besi tua, tapi segera jual dan beli yang baru ini kan salah satu upaya meringankan beban APBD” Syamsiar juga mengusulkan sebaiknya dilakukan pengadaan bentor sampah di sejumlah sekolah. Hal ini akan meringankan oprasioanl tenaga kebersihan. Bentor sampah inilah yang akan mobile mengakut sampah kemudian di drop ke tempat pembuangan sampah sementara kemudian armada sampah utama yang akan melanjutkan ke TPA.

“ Belikan bentor, nanti bentor yang akan drop ke pembuangan sampah sementara ini bisa mengefisienkan bahan bakar, aramada sampah utama tidak perlu lagi mobile sisa di jemput dan diantar ke pembuangan akhir” terangnya.

Syamsiar menjelaskan, untuk meraih prestasi dan prestise membutuhkan pengorbanan,tidak hanya masalah komitmen dari pucuk pimpinan hingga ke bawahan tapi juga mengalokasian anggaran yang harus serius. Jika Majene menginginkan Adipura maka jangan hanya berhitung anggaran yang sangat banyak, untuk meraih adipura dengan target lima tahun lagi, maka seharusnya tahun ini pembenahan dan persiapan harus dilakukan.

🔥58

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here