2018, Majene Di Target Bebas Penyakit Malaria

0
958
Sumber : Dinas Kesehatan

Majene, Daerah Endemis Malaria Ringan

Sumber : Dinas Kesehatan

Kabupaten Majene termasuk dalam daerah dengan endemis malaria ringan. Bahkan sejak terjadinya kasus luar biasa malaria pada tahun 2009 di desa sambabo, kasus malaria di majene mengalami penurunan yang cukup signifikan selama tiga tahun terakhir. Pada tahun 2015 jumlah kasus mencapai 51 kasus dan tahun 2016 mencapai 22 kasus. Dari tiap kasus tersebut merupakan kasus malaria impor atau tidak ada penularan dalam satu tempat maupun kejadian luar biasa (KLB) Malaria. Meski demikian penyakit tersebut masih merupakan ancaman bagi kesehatan masyarakat khususnya orang – orang yang melakukan perjalanan atau bermigrasi mencari pekerjaan ke daerah – daerah,  seperti endemis malaria dari Kalimantan, Nusa Tenggara dan Papua. Untuk itu perlu komitmen global tentang eliminasi malaria. Upaya eliminasi dinas kesehatan  kabupaten  Majene juga dilakukan melalui sosialisasi 7 juni kemarin. Target yang ingin di capai, diantaranya penemuan dini & pengobatan yang tepat, pemberdayaan dan menggerakan masyarakat dalam mengendalian malaria, melakukan komunikasi, advokasi dan kemitraan berupa ‘forum gebrak malaria” serta melakukan surveilans migrasi, monitoring & evaluasi sistem informasi kesehatan yang baik.

Kepala dinas kesehatan Majene Hj. Nurwan Katta mengatakan beberapa isu strategis menuju eliminasi malaria diantaranya migrasi dan kasus malaria impor, peningkatan SDM tenaga kesehatan, logistik malaria, melakukan komitmen politis dan alokasi anggaran, melakukan penguatan perda / perbub eliminasi malaria, serta merancang induk pengendalian malaria di Majene . Untuk itu kata Nurwan pencegahan dan penanggulangan penularan setempat dengan melakukan distribusi kelambu pada desa endemis tertinggi. di kabupaten Majene ada dua desa dengan endemis malaria tertinggi yakni, desa Sambabo dan desa Salutambung. Cakupan distribusi kelambu di desa endemis mencapai 80 % atau terintegrasi secara massal. ” penyerahan kelambu tadi dilakukan secara simbolis oleh bupati kepada dua kepala desa dengan endemis tinggi yakni desa Sambabo dan Salutambung” terang Nurwan.

Sementara itu Bupati Majene Fahmi Massiara berharap sosialisasi malaria ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan teknis terkait potensi penyebaran penyakit malaria melalaui impor. Hal ini penting untuk mewujudkan masyarakat Majene yang sehat dalam lingkungan yang terbebas dari penularan malaria pada Tahun 2018.  ” seluruh pihak harus harus peka dengan potensi penyebaran malaria, khususnya di dua desa tadi ” jelasnya saat membuka sosialisasi elimanasi malaria kemarin. Hadir dalam acara tersebut, para OPD terkait, bagian hukum, camat terkait, kades Sambabo dan kades Salutambung.

🔥241

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here