Sosialisasi & Koordinasi Penyusunan Disagregasi PMTB (Pembentukan Modal Tetap Bruto) di Hotel Vila Bogor Kabupaten Majene.

Badan pusat statistik (BPS) akan kembali turun kelapangan dalam rangka survei penyusunan disagregasi pembentukan modal tetap bruto (PMBT). Kegiatan penyusunan Disagregasi PMBT 2018 bertujuan untuk mendapatkan gambaran investasi fisik atau PMBT di Indonesia menurut jenis barang modal lapangan usaha sektor institusi penerimaanya. Dimana menurut lapangan usaha, kembali akan di jabarkan mulai dari pertanian, pertambangan, industri pengelolahan hingga jasa-jasa.

Selain itu, kegiatan ini di tunjukan untuk meningkatkan kualitas data neraca nasional lain yang terkait dengan investasi. Ketersediaan PMBTS yang rinci ini, akan membantu pemerintah mengambil kebijakan terutama dalam meningkatkan iklim investasi dan mempermudah investor dalam berusaha serta membantu dunia usaha menentukan arah kebijakan usahanya.

 

Menurut kepala BPS Majene Syihabuddin, kegiatan pendataan survei penyusunan disagregasi PMBT 2018 dilaksanakan 34 provinsi yang meliputi 514 kabupaten/kota di Indonesia. Untuk provinsi Sulbar, kegiatan ini mencakup 6 kabupaten dengan jumlah sampel total sebanyak 449 responden dan untuk kabupaten Majene jumlah sampel sebanyak 70 responden. Adapun responden kegiatan ini terdiri dari beberapa kalangan yaitu dari rumah tangga usaha perusahaan finansial dan nonfinansial lembaga non profit yang melayani rumah tangga dan dinas-dinas terkait. Syihabuddin berharap setiap unit terkait, dapat menerima petugas survey yang datang dan memberika data –data yang sebenarnya.” unit usaha dan dinas-dinas terkait dapat menerima petugas kami dan memberi data yang sebenar-benarnya guna mendukung survei disagregasi PMBT 2018 ini” jelasnya di acara sosialisasi & koordinasi Penyusunan disagregasi PMTB bertempat di hotel vila bogor selasa 10 april 2018.

Sementara itu Bupati Majene Fahmi Massiara mengapresiasi kinerja BPS ia berharap membangun dunia statistik yang credibel dan berkualitas. Peran BPS kata Fahmi, sangat strategis dimana data statistik yang di hasilkan saat ini, senantiasa menjadi rujukan dan pedoman pemerintah untuk memformulasikan kebijakan baik dalam perencanaan, maupun evaluasi pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

” Mari kita sama-sama bangun dunia statistik di negeri ini yang betul-betul credible dan berkualitas , we have to tell the truth”terang Fahmi.

       

 

🔥11

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here