Advokasi, Sosialisasi dan Pelatihan Singkat Dalam Rangka Intensifikasi Penemuan Kusta & Frambusia Melalui Kampanye Eliminasi Kusta dan Eradikasi Frambusia.

Meski ada penurunan jumlah penderita kusta di kabupaten Majene yakni 52 kasus di tahun 2016 dan menjadi 43 kasus di 2017, namun beberapa kecamatan masih berada di atas zona merah atau kategori gawat (pravelensi diatas 2). Kecamatan yang berada di zona gawat diantaranya, Sendana, Pamboang, Banggae dan Banggae Timur. Sementara untuk zona merah di huni kecamatan Tubo Sendana yang ditahun 2016 lalu berada di zona hijau. Sementara itu berada di zona kuning masing-masing kecamatan Ulumanda dan Tammerodo.  Keberhasilan justru terlihat di kecamatan Malunda jika sebelumnya masuk dalam zona merah namun kini telah berubah menjadi zona hijau.

Wakil bupati Majene Lukman mengatakan, permasalahan tersebut memerlukan perhatian khususnya kepada pihak-pihak terkait, mulai dari camat, lurah, kepala desa hingga petugas medis. Sosialisasi penting dilakukan bukan hanya sekedar hadir , namaun datang dengan menerima tanggung jawab moril dalam rangka mengeliminasi penyakit kusta.

“ ini masih jadi PR kita kita target Majene sudah tidak ada lagi penyakit kusta, semua harus terlibat camat, lurah kades, tim dari kesehatan semua harus bekerjasama, petugas dilapangan akan kerepotan kalau tidak ada dukungan” harap Lukman saat mengikuti sosialisasi dan pelatihan singkat dalam rangka intensifikasi penemuan kusta & frambusia melalui kampanye eliminasi kusta dan eradikasi frambusia, bertempat di aula hotel dafina 11 april 2018.

Senada yang disampaikan wakil bupati sekertaris dinas kesehatan Majene dr Wahida menjelaskan, peran setiap stakeholder dan para mitra sangat dibutuhkan. Program yang dicanangkan Dinas kesehatan tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan setiap pihak. “ penanganan penyakit kusta cukup kompleks, pemberantasan tidak mungkin dilaksanakan tanpa bermitra” terang dr Wahida.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar dr.H. Achmad Aziz . M.Kes menjelaskan, jika di Sulawesi Barat,baru hanya kabupaten Mamasa yang dinyatakan bebas penyakit kusta. Saat ini upaya yag dilakukan, salah satunya screaning penyakit kusta khususnya kepada siswa di sekolah. Hal tersebut penting agar secara dini dapat di identfikasi penyebaran penyalit tersebut dan secara cepat dapat ditangani dan disembuhkan. Ia menargetkan, ditahun 2019 mendatang bukan hanya Kabupaten Mamasa yang akan bebas kusta, namun provinsi ke 33 di Indonesia ini akan bebas penyakit tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here