Festival dan Doa ” Mappandes Sasi’ ” Rasa Sukkurna Lao Posasiq Lao dzi Puang Allah

Setalah absen selama dua tahun, para nelayan di lingkungan pangaliali menggelar festival dan doa Mappande Sasi’ sebagai rasa syukur kepada Allah SWT. Acara tersebut berlangsung sabtu 14 april 2018, di pelataran momumen posasi, yang juga berhadapan dengan pesisir laut.

Bupati Majene Fahmi Massiara yang turut hadir mengatakan, acara tersebut merupakan bentuk rasa syukur kepada sang pencipta. Tidak hanya dipangali-ali beberapa titik yang merupakan wilayah tempat tinggal nelayan, pesta nelayan selalu diadakan. Kata Fahmi, jika hanya ingin berdoa dan berzikir bisa diilakukan dirumah, tapi acara dikemas dengan menggambungkan tradisi yang sudah ada sekaligus agenda pariwisata. “Majene memiliki panjang pantai 125 kilometer setiap kantong peisir pantai ada nelayannya , kalau di kawasan kota Banggae Timur, ada di lingkungan Cilallacang, Pangaliali, Tanagang, Tamo dan lainya, berbicara Sulbar di Mamuju, nelayan kita ada, di Palu, Kolaka, Lombok untuk itu, para nelayan ini sangat penting untuk bersinergi dengan pemerintah” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan beberapa rancangan pembangunan kawasan pengembangan wilayah laut di perairan Majene. Salah satunya penampungan kapal yang bisa memuat ratusan kapal. Konsentrasi hilir mudik kapal, akan berlangsung selama 24 jam, selain itu akan memberi ruang sebagai sarana penangkapan ikan dan objek wisata.  “ Tahun ini kita upayakan pembangunan, sudah ada desain, sudah ada persetujuan amdal, pra desain , Insya Allah kita urus terus  3 tahun kedepan sudah  bisa jalan” terangnya.

Terkait dengan adanya selintingan yang mengatakan festival mamppande sasi di takutkan berbau syrik, Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Darmansyah mengatakan sejarah mapapde sasi hanya bahasaya saja, seperti kata jari manis bukan berarti ia manis  itu hanya namanya simbol. “ intinya kita menjaga  dan menyelamaptkan biota laut,  Nabi Sulaiman pertama kali melakukan itu selama 40 hari mengumpulkan makanan dan menghamburkanya kelaut dan mengucap syukur kepada Allah SWT” terangnya.

Ditengah acar juga dilakukan penyerahan bantuan kepada nelayan yang kurang mampu. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kapolres Majene, Syahbandar, tokoh agama, tokoh masyarakat  setempat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here