Wakil Bupati Majene Lukman menghimbau agar masyarakat Majene tetap tenang dan sabar menunggu putusan pembagian besaran hak partisipasi atau Participating Interest (PI) antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Sulbar. Kata Lukman,  animo masyarakat terkait masalah tersebut sangat besar dan bahkan viral disejumlah media jejaring social “ kita sabar menunggu putusan pemerintah pusat dan provinsi Sulbar, apapun putusanya itulah terbaik dan sesuai dengan landasan hukum yang ada” ungkap Lukman saat buka puasa bersama di rujab wakil bupati 5 juni 2018 kemarin.

Ia juga berharap di bulan Raamdhan ini  seluruh masyarakat sama-sama berdoa agar Majene diberikan Rahmat Allah SWT, sehingga seluruh program peningkatan kesejahteraan masyarakat bisa berlanjut dengan baik. “ kita sangat membutuhkan suntikan sumber dana dari  yang lain, karna seperti yang kita tahu bersama, program pemembangunan masih bertumpu dari pusat, kalau PI Lereklerekang ada itu akan membantu program kesejahteraan di Majene.

Seperti yang kita ketahui pemerintah pusat telah mengambil alih pengelolaan pulau tersebut. Kalsel dan Sulbar yang pernah berpolemik dengan status kepemilikan pulau itu, akan menerima besaran hak partisipasi atau Participating Interest (PI) sebanyak 10 persen yang dibagi rata antara dua provinsi ini.  Hanya saja dari 5 % PI tersebut rencananya akan dikelola pemprov Sulbar sebesar 3 % dan 2 % akan di bagi kepada lima kabupaten di Sulbar termasuk Majene yang notabene sebagai lokasi eksplorasi minyak dan gas di blok sebuku. Sesuai dengan MOU yang ditandatangani di istana wapres silam, pembagian fee harus 50:50, antara pemprov Sulbar dan Majene. Dalam artian, bagian Pemerintah Sulbar yang seharusnya dibagi ke kabupaten lain, bukan bagian dari pemerintah kabupaten Majene.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here