Kelangkaan elpiji 3 Kg di masyarakat mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten Majene. Melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Majene menggelar sidak di beberapa pangkalan H-2 jelang lebaran idul Adha 20 agustus 2018.

TPID Majene  membagi 3 kelompok untuk beberapa pangkalan yang di sidak. Kelompok satu dipimpin  Bupati Majene ke pangkalan milik H. Nasri di lingkungan Pappota kelompok  dua yang dipimpin oleh Wakil Bupati ke pangkalan gas milik Alm. H. Suid di lingkungan Tanangan, serta kelompok tiga dipimpin oleh Pj. Sekda Majene ke pangkalan H. Jamaluddin di lingkungan Tanga-tanga. Dari hasil sidak tersebut, Ketua TPID Majene Fahmi Massiara menekankan agar setiap pangkalan gas elpiji 3 kg untuk menjual elpiji kemasyarakat sesuai dengan peruntukanya.” Seharusnya kan gas 3 kg itu prioritasnya kepada masyarakat prasejahtera yang mengantongi kartu bukan ke yang lain” ungkap Fahmi.

Selain itu, juga di sepakati pertemuan seluruh pemilik pangkalan Elpiji yang dilaksanakan di ruang Wakil Bupati Majene  pada senin 20 Agustus 2018 siang. Pertemuan tersebut di hadiri Wakil Bupati Majene, Sekda Majene, pihak Polres majene, Kepala BPS Majene, Kepala subdrive Bulog Majene dan para Kepala OPD & Kabag dalam lingkup yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi daerah kabupaten Majene. Dari pertemuan tersebut disepakati harga gas elpiji 3 kg dipangkalan di jual dengan harga Rp.17.000 pertabung. Sementara di tingkat pengecer maksimal Rp 19.000 pertabung, dan jika ditemukan adanya pembelian gas diatas harga tersebut warga di minta untuk melaporkan LPPSD Majene.

Tidak hanya sidak kepangkalan gas elpiji, TPID Majene juga melaksanakan sidak ke pasar tradisonal sentral Majene  sekaligus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok jelang hari raya Idul adha. Fahmi Massiara mengatakan, beberapa komoditi pokok mengalami kenaikan. Menurutnya, kenaikan terjadi lantaran permintaan melonjak menjelang hari raya idul adha. “Dari pantauan tadi, barang-barang yang naik yakni tomat, cabai besar, ayam dan telur, untuk beberapa hari kita prediksikan akan kembali normal” ungkapnya.

TPID majene menghimbau, agar masyarakat  membeli bahan pokok  secukupnya sesuai dengan kebutuhan. Hal tersbut penting untuk  menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di kabupaten majene. “ kami himbau, para distributor tidak melakukan penimbunan barang, sama-sama kita jaga  stabilitas harga agar tetap terjangkau masyarakat” pungkasnya.

🔥52

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here