Tahun 2019 ini, Pemerintah kabupaten Majene secara efektif mulai menerapkan sistem Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi pegawai negri sipil (PNS) lingkup pemerintah kabupaten Majene. Rabu 2 Januari 2019, ASN Majene mulai menjalankan sistem tersebut dengan mengikuti absen elektronik dan mengikuti apel pagi pukul 07,30 wita. Untuk memberikan pemahaman terkait aturan main absensi ASN telah dilaksanakan Sosialisasi Peraturan Bupati Majene Tentang Disiplin Kehadiran Aparatur  Sipil Negara Lingkup Pemerintah Kabupaten Majene, di ruang pola kantor Bupati senin 31 Desember 2018. Meski demikian, beberapa pihak masih belum mengerti terkait aturan yang absensi ASN yang menjadi rujukan TPP.

Jam Masuk dan Pulang Kantor

Beberapa poin penting yang perlu menjadi perhatian bagi ASN adalah waktu kehadiran serta beberapa konseqwensi saat ada keterlambatan. Sesuai dengan muatan Perbub Disiplin kehadiran ASN, jadwal harian masuk ASN untuk hari senin – kamis di mulai pukul 07-30. Dalam waktu tersebut ASN di haruskan absen sidik jari sekaligus mengikuti apel pagi. Jika biasanya apel pagi dilaksanakan sebelum pukul 08.00 pagi, maka sesuai dengan aturan baru, pukul 08.00 ASN sudah harus efektif bekerja. Untuk waktu istirahat, tetap seperti biasanya, pada pukul 12.00 – 13.00. Jadwal pulang (selesai kerja) pada pukul 16.00 wita. Sementara pada hari jumat, jam kerja dimulai pada pukul 07.30-17.00 dan waktu istirahat mulai pada pukul 11:30 -13:30 wita.

 

Afiat Mulwan selaku anggota tim perumus TPP menjelaskan terkait konseqwensi keterlambatan ASN atau pulang lebih awal akan di akumulasikan nilanya.  Lebih dari 7,5 jam perbulan maka, nilai TPP bakal dipotong 4% dan berlaku kelipatan.  Jika diakumulasikan, lebih dari 15 jam maka dipotong 8% dan begitu seterusnya. Bagi ASN yang tidak absen pagi dan pulang selama satu hari tanpa keterangan, atau  bolos akan langsung dihitung tidak hadir alias tidak masuk kerja (7,5 jam) “ untuk ini potongan TPP nya  langsung 4% per hari, selama tidak masuk kerja atau bolos, tidak absen salah satunya masuk atau pulang tanpa keterangan maka dihitung keterlambatan atau cepat pulang 4,5 jam” terangnya.

Jika ada ASN yang dalam satu bulan tidak masuk tidak masuk kerja, telat masuk, cepat pulang melebihi 80 jam maka langsung dipotong 100%. Tidak hanya itu saja, ASN yang malas mengikuti upacara pada senin dan hari kesadaran nasional serta hari besar lainya maka di potong sebesar 3 %. “ Yang tidak kena hitungan potongan itu hanya cuti tahunan, cuti kelahiran, tugas belajar dan latpim, beda sama Izin dengan pemberitahuan itu senilai keterlambatan 2 jam” papar Afiat.

ASN bertugas diluar , Izin dan Sakit.

Selain itu bagi ASN yang mendapat tugas diluar dan tidak memungkinkan untuk absen berkala, di haruskan untuk menginformasikan ke petugas absen, maksimal disampaikan satu jam setelah jam masuk kerja yakni pukul 08.30. Pemberitahuan setelah pukul 08.30 dianggap tidak berlaku. Bagi ASN yang sakit, dengan menggunakan keterangan dokter maksimal 3 hari. Diatas waktu tersebu dapat dilanjutkan dengan form izin dengan konsekuensi dihitung potongan 2 jam.

 

Saat Sosialisasi lalu, Bupati Majene Fahmi Massiara menyampaikan, penerapan TPP bagi ASN di tahun 2019 merupakan langkah baru. Pemerintah menyediakan anggaran Rp 35 Milyar dengan harapan, sistem ini akan berjalan adil, transparan, berasaskan kinerja sekaligus merubah budaya kerja menjadi profesional. “ kita tidak perlu marah-marah lagi, sudah ada sistem yang mengatur ASN akan  menyadari dirinya sendiri kalau malas, kalau suka bolos dan sebagainya”  Ungkap Fahmi.

 

 

 

🔥5.2 K

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here