Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Majene.

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Majene memiliki sejumlah program untuk menekan angka inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi. Salah satu program unggulan ditahun 2019 ini, dengan merealisasikan revolusi hijau melalui pelaksanaan program pertanian pegembangan kluster bawang putih, yang juga merupakan pilot project pertama di Sulawesi Barat.

Salah satu alasannya, karna potensi dan kesesuaian lahan di Majene sehingga komoditas bawang putih bisa menjadi pilihan komoditas yang sangat baik untuk dikembangkan dan diyakini mampu menolong perekonomian para petani. Untuk itu melalui Dinas Pertanian tengah mencoba memperkenalkan komoditas bawang putih bagi para petani.  Hal ini terungkap saat Rapat Koordinasi Triwulan kedua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Majene yang dilaksanakan di Ruang Rapat Bappeda Majene selasa 9 Juli 2019.

Bupati Majene Fahmi Massiara yang membuka rapat tersebut mengatakan  komoditas bawang putih akan menjadi pilihan yang sangat baik untuk dikembangkan serta mampu menolong perekonomian para petani kita. “ Untuk pengembangan komoditas bawang putih ini, Kabuaten Majene merupakan yang pertama dan satu-satunya di Sulawesi Barat dalam pengembangan komoditas bawang putih” terangnya.

Mengingat Majene masuk dalam nominasi TPID Terbaik dalam ajang TPID Award 2018, juga dibutuhkan berbagai inovasi untuk bisa menjadi yang terbaik. “pengembangan Program kluster bawang adalah salah satunya,” beber Fahmi.

Rizki kepala unit pengembangan ekonomi BI KPW Sulawesi Barat juga menambahkan, program kluster bawang putih ini, juga sekaligus akan menjawab tantangan dalam bidang ekonomi serta menjaga stabilitas harga bawang dipasaran.” Kami berharap program kluster bawang ini mampu menjawab tantangan dalam bidang ekonomi terutama peningkatan ekonomi petani sekaligus menjaga stabilitas harga bawang,” ungkap Rizki.

Selama ini TPID Majene bersama Bank Indonesia KWP Sulawesi Barat telah terkonsentrasi pada bawang merah sebagai salah satu komoditas yang memiliki fluktuasi harga dengan rentang yang sangat lebar.  Sering kali petani harus menjual dengan harga rendah saat musim panen padahal investasinya cukup besar. Namun saat komoditas bawang langka dipasaran, komoditas tersebut menjadi bagian penyumbang inflasi. Untuk itu dibutuhkan langkah strategis dalam mengantisipasi fenomena tersebut.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Unit Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia, Kadiskopdagrin, Kadis Perhubungan, Kadis Ketahanan Pangan, kadis PUPR, Perwakilan dari Polres, TNI, Bulog dan BPS Majene.

 

🔥0

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here