Pelatihan Peningkatan SDM Protokol dan (MC)  Master Of Ceremony

Sadar atau tidak, setiap orang telah menjalankan aktifitas protokol untuk dirinya sendiri. Saat bangun pagi,  sarapan kemudian berangkat kekantor atau beraktifitas lainnya, adalah bagian dari kegiatan yang dilakukan secara teratur. Firmansyah Rasyid  Kepala Sub Bagian Acara Protokol Kemendagri RI memberikan gambaran, bahwa kegiatan protokol tidak selamanya bersifat resmi dan khidmat. Meski demikan dalam ruang lingkup pemerintahan, protokol merupakan aktifitas  yang memanage sebuah kegiatan yang di ikuti oleh pejabat pemerintah agar berjalan sesuai dengan aturan  berdasarkan  pedoman ataupun aturan yang berlaku. “ jadi bukan agar acara tersebut terlihat kaku, namun sangat penting menjaga kehormatan setiap pimpinan sesuai jabatan atau kedudukannya dalam negara, pemerintahan, atau masyarakat” ungkapnya saat menjadi narasumber pada kegiatan  pelatihan peningkatan SDM Protokol dan Master Of Ceremony (MC) yang diadakan oleh Bagian Humas Setda Majene Kamis 8 Agustus.

Firman juga mengatakan, Protokoler merupakan representasi dari citra pemerintahan  itu sendiri. Jika ia tampil dengan baik, rapi dan menarik maka kesan positif akan terbangun dan berpengaruh kepada citra pemerintah daerah nya itu sendiri. “ tidak selama nya harus cantik ataupun ganteng, minimal berpenampilan baik, rapi dan menarik” sebutnya.

Dikesempatan yang sama Bupati Majene Fahmi Massiara yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, Humas Protokol menjadi bagian penting dari upaya pembentukan citra pemerintahan.  Tidak hanya kepada pimpinan semata namun juga kelembagaan secara umum. “ untuk itu, setiap saran ataupun masukan dari Humas Protokol adalah upaya untuk memancing respon positif publik, disetiap kesempatan. “ terang Fahmi. Ia juga menyebutkan masih banyak yang menilai bahwa protokoler ataupun humas kegiatanya hanya menjemput pimpinan di bandara,  mengikuti setiap agenda kegiatan pimpinan,  atau bahkan mengatur soundsystem, mengecek susunan acara dan sebagainya. “ Jika masih ada yang berfikir seperti itu, maka perlu dilakukan perubahan pola pikir” ungkap mantan Camat Banggae Timur ini.

 

Ketua Panitia Sufyan Ilbas menyebutkan, ada 39 orang yang mengiktui kegiatan tersebut. Masing-masing satu orang utusan OPD dan Pemerintah Kecamatan. Ia mengatakan tujuan dari kegiatan tersebut, untuk memberikan pengetahuan, pamahaman dan keterampilan bagi peserta pelatihan agar mengetahui etiket sebagai protokol dan Master of Ceremony (MC) disetiap acara, termasuk meningkatkan kemampuan berbicara dan berkomunikasi secara efektif serta berperan sebagai  MC pada berbagai jenis acara dan mampu memahami berbagai hal terkait keprotokoleran. “ yang ingin kami tekankan adalah, protokol dan MC itu berbeda, MC adalah pemandu acara yang melekat pada kegiatan keprotokoleran” jelas Sufyan.

Kegitan yang juga di hadiri, Wakil Bupati Majene Lukman, Sekda Majene Andi Ahmad Syukri dan para pimpinan OPD rencananya akan berlangsung selama dua hari yakni Kamis – Jumat 8-9 Agustus. Materi kedua akan membahas tentang MC yang di bawakan oleh Dr. Aziz Nojeng S.Pd, M.Pd Dosen Unismuh, dan Presenter TV dan Radio di Makassar.

🔥465

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here