Lomba Segitiga Sandeq Bupati Cup Kabupaten Majene Tahun 2019

Sebanyak 13 Passandeq mengikuti Lomba Segitiga Sandeq Bupati Cup Kabupaten Majene 2019, yang dilaksanakan dipantai Labuang Majene Selasa 20 Agustus. Lomba tersebut masih dalam rangkaian memperingati Hari Jadi Majene (HJM) ke 474 dan HUT RI ke 74. 12 Passandeq berasal dari Majene dan satu dari  kabupaten Polman.

Adu cepat perahu bercadik selalu menyuguhkan tontonan yang menarik. Hal ini terbukti dari antusiasme warga yang menonton di bibir pantai Labuang yang tidak pernah surut. Hanya saja, karna kondisi angin yang cukup kencang disertai ombak yang besar, membuat beberapa perahu Sandeq yang ikut lomba tidak sanggup menyelesaikan rute yang ditetapkan panitia. Lalu disepakati untuk merubah rencana lomba, yang seharusnya tiga putaran, menjadi dua putaran saja. Dari hasil lomba tersebut, keluar sebagai juara pertama Sandeq Merpati dan berhak mendapatkan Piala Bergilir dan juga  piala tetap serta uang tunai senilai Rp 5 Juta.

  • Juara II : Cendrawasih mendapatkan Piala Tetap & Uang Tunai Rp. 4 Juta
  • Juara III : Rahmat Ilahi mendapatkan Piala Tetap & Uang Tunai Rp. 3,5 Juta.
  • Harapan I : Angin Pammase mendapatkan Piala Tetap & Uang Tunai Rp. 3 Juta.
  • Harapan II : Rua Pi’olo mendapatkan, Piala Tetap & Uang Tunai Rp 2,5 Jt.
  • Harapan III : Bintang Timur mendapatkan Piala Tetap + Uang Tunai 2 Jt.

Ketua Panitia Aris Munandar mengatakan, Lomba segitiga Sandeq Bupati Cup merupakan salah satu upaya mempromosikan dan melestarikan budaya maritim dalam rangka menarik kunjungan wisatawan ke Majene. Sandeq juga menjadi salah satu aset dalam industri pariwisata dan kebanggaan masyarakat Mandar. Sehingga sektor ini mampu memberikan kontribusi yang lebih terhadap Peningkatan kesejahteraan masyarakat. “melalui lomba sandeq ini, di harapkan mampu berkontribusi yang lebih bagi kesejahteraan masyarakat” terangnya.

Bupati Majene Fahmi Massiara yang membuka turnamen tersebut juga mengatakan, event lomba segitiga Sandeq 2019 merupakan sebuah tahapan yang harus dilaksanakan, agar Majene kedepan bisa menjadi destinasi pariwisata di Indonesia Timur.  Ia juga mengatakan sektor pariwisata harus berpegang pada prinsip pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan didukung secara ekologis, ekonomi, adil secara etika sosial terhadap masyarakat. “ lomba segitiga Sandeq juga merupakan suatu bentuk perwujudan dari upaya kita untuk melestarikan seluruh potensi pariwisata, kesenian dan kebudayaan diharapkan dapat menjadi jendela untuk melihat Kekayaan Khasanah budaya “ ungkapnya.

Selain  Dihadiri Bupati Majene, ikut serta Wakil Ketua DPRD Majene Hasbina Arif,  Dandim 1401, Kapolres Majene, Mewakili Kajari, Kemenag Majene, Asisten & Staf Ahli, Para Pimpinan OPD, Camat, Kabag, Ketua dan Wakil Ketua TP. PKK Majene, Ketua DWP Majene dan Ketua Persit Chandrakirana Majene.

 

🔥654

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here