Pembukaan Pameran Seni To Mandar & Pagelaran Seni Budaya .

Sebanyak 23  memeriahkan pameran “Sossoranna To Mandar” dan Pameran Seni To Mandar dan Pagelaran Seni Budaya, yang di laksanakan 2 November di pelataran Boya Assmalewuang Mandar. Pameran pusaka tersebut merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan di Sulawesi Barat. Benda pusaka yang dipamerkan seperti keris, badin dan parang.

Asri Abdullah Ketua Panitia mengungkapkan untuk mewujdukan acara tersebut, telah diperjuangankan sejak 4 tahun lalu. Selama ini pemerhati benda pusaka di Mandar hanya mengikuti undangan dari luar, namun tahun ini bisa menjadi tuan rumah di Sulawesi Barat. “ Pemerintah Kabupaten Majene sangat merespon dengan cepat, sehingga dalam tempo relatif singkat bisa dilaksanakan” ungkapnya.

 

Salim S Mengga selaku Dewan pembina berharap, kegiatan tersebut tidak akan terhenti sampai disini. Kegiatan tersebut akan menjadi referensi atau acuan bagi generasi muda kedepan .” kita bisa melestarikan benda pusaka, sekaligus mengajarkan teknik pembuatan keris, termasuk merintis untuk membukukan keris pusaka Mandar” ungkapnya.

Bupati Majene Fahmi Massiara sangat mengapresiasi pelaksanaan pameran benda pusuka keris di Majene. Ia mengaku baru pertama kali melihat dan mengikuti pameran, tersebut dan sangat terkesan dengan beberapa prototipe benda pusaka yang di pamerkan. “sangat menarik menyaksikan beberapa prototipe benda pusaka keris kami sangat mengapresiasi” ucap nya.

Tidak hanya para pemerhati budaya yang hadir menyaksikan benda-benda pusaka Mandar, tapi juga beberapa anggota DPRD Majene dan Polman, Pimpinan OPD baik Provinsi dan Kabupaten, serta berbagai komunitas pencinta benda pusaka.

Selain memarkan benda pusaka juga dilaksanakan upacara massossor benda pusaka dan berbagai penampilan kesenian lainya.

🔥806

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here