Kelompok Tani Bura’ Mandar Desa Bukit Samang.

Kabupaten Majene yang di dominasi lahan kering, bukan berarti tidak memiliki potensi pertanian yang memadai. Setelah mengembangkan komoditas bawang merah, cabe dan lainya, kini fokus pertanian di sektor holtikultura merambah budidaya buah Pepaya untuk jenis California. Pepaya California merupakan salah satu jenis buah tropis yang sedang populer. Ukurannya sedang atau tidak begitu besar dengan daging buah yang menarik dan rasa yang manis.

Ternyata, bukan hanya rasa yang manis, pangsa pasar jenis pepaya tersebut ternyata juga menjanjikan. Hal tersebut telah dibuktikan salah satu Kelompk Tani di Kecamatan Sendana. Setelah mendapatkan pendampingan dari Distanakbun Majene, Kelompok tani (Poktan) Bura’ Mandar Desa Bukit Samang Nase – nase  Kecamatan Sendana,  berhasil mengembangkan Pepaya California bahkan telah memiliki pasar sendiri.  Poktan tersebut menjadi pemasok Pepaya ke hotel terbesar di Sulawesi Barat.

Melihat potensi tersebut, Pemerintah kabupaten Majene bersama poktan tersebut menggelar pencanagan kawasan budidaya Pepaya California serta penanaman jagung hybrida Minggu 24 November di Desa Bukit Samang, Nase – nase  Kecamatan Sendana. Penanaman tersebut turut di hadiri Bupati Majene, Wakil Bupati, Sekda Majene beberapa pimpinan OPD, camat, lurah dan kades setempat.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Majene Burhan menjelaskan dengan lahan setengah hektar, petani bisa menanam 1000 pohon Pepaya, dengan jarak 2/5 kali 2/5 meter. Perawatan di empat bulan pertama telah mengeluarkan bunga. Pada usia tujuh bulan panen sudah bisa dilakukan, dimana setiap pohonnya bisa berbuah 30-50 buah.  Ia juga mengatakan, jika ada 1000 pohon Pepaya california ia memastikan dalam empat hari ada  empat buah yang bisa di petik. Sementara untuk harga jual, kata Burhan jika perbijinya di lepas dengan  murah sekitar Rp 4000/ buah, maka dalam empat hari bisa menghasilkan  Rp  4 juta, atau dalam satu bulan bisa menembus  Rp 48 juta. “ ini lebih tinggi dari gaji anggota dewan, harga pepaya di Makassar bisa Rp 12 Ribu perbiji.” Untuk itu, lanjut Burhan, tidak perlu ragu untuk pasar buah pepaya. Permintaan pepaya di hotel – hotel juga menjanjikan. Hotel Maleo Mamuju, membutuhkan 500 biji perhari, belum hotel lainya.

Meski budidaya pepaya kalifornia yang ia kembangkan berhasil, Ketua Kelompok Tani Bura’ Mandar Mahyuddin mengaku sempat mengalami kendala di beberapa sektor. Khususnya di irigasi, peningkatan jalan tani, pagar kebun serta kendaraan distribusi pepaya dari kebun. Selama ini ia menggunakan empat unit motor untuk mengangkut pepaya dari kebun. Sementara gangguan dari binatang babi juga menyulitkan petani, sehingga membutuhkan pagar paling tidak 600 meter. Mahyuddin mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada Pemda Majene yang telah menghibahkan kendaraan untuk distribusi pepaya. Satu unit bentor atau kendaraan roda tiga diserahkan saat upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) Senin 18 November lalu. “ alhamdulillah kita sudah dapat bentor hari senin minggu lalu, untuk akses jalan juga sudh dibicarakan dengan kepala desa untuk di akomodir dalam pembangunan jalan tani” terangnya.

Merespon hal tersebut, Bupati Majene Fahmi Massiara akan membicarakan beberapa hal yang menjadi kebutuhan petani.  Beberapa sumber pendanaan bisa dimanfaatkan, mulai dari dana desa, keluarahan, kecamatan , apabd dan sebagainya. Untuk itu, ia berharap kedepan masyarakat petani semakin sejahtera. “ tentu akan dipertimbangkan skala prioritasnya,  ada beberapa sumber,  bisa diakomodir bisa di dana desa, kelurahan, APBD, APBN dan dana perbantuan lainya”  ucap Fahmi.

Semenatara itu, Poktan Bura’Mandar kembali akan melakukan penanaman bibit pepaya california. Sebanyak 15 bungkus bibit dipersiapkan dengan potensi tanaman 9000 pohon.

   

🔥2.6 K

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here