Lounching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Desa Palipi Soreang.

Desa Palipi Soreang ditetapkan menjadi Desa Sadar Jaminan Sosial Keterangakerjaan tahun 2019 Oleh BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Barat. Desa tersebut terpilih mengingat tingkat kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan telah mencapai 60 %. Desa Sadar Jaminan Sosial bertujuan untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat pekerja dengan meningkatna kesadaran untuk ikut dalam jaminan sosial.

Kepala Desa Palipi Soreang Wardin Wahid saat Launching Selasa 3 Desember kemarin mengatakan,  dalam kurun waktu tidak lama ia selalu mensosialisasikan program tersebut kemasyarakat. Baik secara   formal dan infromal, bahwa ada badan yang bisa memberikan protec kepada para pekerja. “ bukan berarti kita harus mati sia – sia, tapi ada badan yang bisa memeberikan protec atas aktivitas kita, ketika ditempat kerja kita meninggal, ada jaminan yang di berikan khususnya bagi keluarga” jelas Wardin.

Launching yang juga di hadiri Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Majene Hamrul Ilyas mengatakan, ada dua Desa di Sulawesi Barat yang di tetapkan sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Selain Desa Palipi Soreang di Kabupaten Majene, satu Desa di Kabupaten Polman  yaitu Desa Bumi Ayu Kecamatan Wonomulyo. Desa Dasar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan telah ada sejak tahun 2017 dengan melibatkan 125 desa di seluruh Indonesia. Ditahun 2019 inilah,  diminta untuk menjadi perwakilan Provinsi Sulbar. Hamrul berharap, Desa Palipi Soreang bisa menjadi desa percontohan tidak hanya skala Sulbar tapi untuk skala nasional. Apalagi program tersebut akan di perlombakan dan diganjar  penghargaan di tingkat pusat. “ setelah menjadi desa percontohan di Majene, kami berharap Majene akan menjadi Kabupaten sadar jaminan sosial, apalagi akan ada penghargaan yang diterima di tingkat pusat jika berhasil” ucapnya.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cab Sulbar juga melaporkan ada 124 ribu peserta se Sulbar dan kabupaten Majene sebanyak 11.400. Ia harap, dengan adanya Desa Sadar Jaminan Kesehatan ini, akan  lebih gencar semangat masyarakat pekerja untuk mendaftar. Apalagi saat ini, Presiden Jokowi telah mengeluarkan PP tentang BPJS, yang didalamnya memuat kenaikan manfaat bagi peserta. Seperti kecelakaan kerja, jika dahulu perawatan dirumah tidak di tanggung BPJS, maka saat ini di tanggung BPJS, begitupun dengan kecelakaan kerja yang di rawat di rumah sakit, akan  ditanggung sampais sembuh mulai dari kisara Rp 12 juta-  29 juta. Untuk Jaminan kematian, yang dahulunya hanya satu anak, sesuai PP baru akan ditanggung dua anak untuk melanjutkan pendidikan hingga sarjana, dengan nilai  Rp 124.000.000,-.

“ jika terjadi kematian pada pekerja, maka anaknya kami sekolahkan dan  berikan beasiswa, ini akan berdampak lansgung pada, kesejateraan masyarakat” ucap Imam M Amin.

Bupati Majene Fahmi Massiara yang melaunching kegiatan tersebut  mengatakan  Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan merupakan salah satu bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan dalam mengoptimlkan pelaksanaan sistem jaminan sosial. Pemda Majene menyadari pentingnya program sosial ketenagakerjaan, sebab kita tidak menginginkan dampak suatu peristiwa atau resiko sosial menimbulkan kemiskinan. Karna hilangnya penghasilan yang dialami tenaga kerja.

Ia berharap di Desa Palipi Soreang lebih banyak yang mendaftarkan diri, meningat mayoritas para pekerja merupakan nelayan yang memiliki tingkat resiko tinggi akan kecelakaan kerja. “ Sudah banyak kejadian – kejadian nelayan yang hilang saat melaut maupun meninggal dunia tanpa terdaftar semoga kedepan tidak ada lagi masyarakat Majene yang meninggal dunia tanpa terlindungi jaminan kematian” harap Fahmi.

 

 

🔥69

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here