Dengan penuh kebanggaan 19 Kepala Desa Terpilih pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tingkat Kabupaten Majene 2020, berjalan menuju Pendopo Rumah Jabatan Bupati. Mereka tampil mengenakan seragam Dinas Upacara (PDU) lengkap dengan atributnya, nampak begitu antusias. Bagaimana tidak, dihadapan mereka  juga berjalan beriringan pimpinan mereka Bupati Majene ,  juga bersama Wakil Bupati, Ketua DPRD Majene, Dandim 1401 Majene, serta Kapolres Majene, yang juga di kawal oleh personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Sebuah pemandangan dan konsep yang menarik layaknya di istana negara.

Rasa suka cita tersebut, tentu saja untuk menyambut prosesi pelantikan mereka oleh Bupati Majene pada hari itu Jumat 17 Januari Siang. Usai melalui proses pemilihan dengan berbagai riak-riaknya tibalah saatnya mereka resmi menyandang nama sebagai Kepala Desa  untuk periode 2020-2026.

 

Bupati Majene Fahmi Massiara mengaku senang dan bangga. Pemilihan Kepala Desa dapat terlaksana dengan aman dan tertib, disertai apresiasi dan animo masyarakat sebagai wajib pilih. Antusiasme masyarakat bahkan lebih tinggi dari pada pelaksanaan Pemilukada Bupati  Wakil Bupati, serta pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur. Bahkan tidak menimbulkan permasalahan keamanan yang mengakibatkan konflik sosial di masyarakat. Fahmi menginstruksikan beberapa hal ke 19 Kades tersebut, diantaranya :

  • untuk segera bekerjasama dan bersinergi bersama BPD untuk membahas dan membuat rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJMD) 6 tahun sesuai visi misi kepala desa terpilih.
  • Kepala desa dilarang memberhentikan dan mengangkat desa yang tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan sebagaimana telah dipertegas melalui peraturan daerah kabupaten Majene.
  • Membuat profil desa secara terstruktur sebagai upaya untuk mengetahui identitas desa seperti info data tingkat kebutuhan masyarakat tentang layanan kesehatan, layanan pendidikan dan ketersediaan infrastruktur lainnya.
  • Menata dan mengelola aset desa dengan baik, memperhatina penyetoran dan penyelesaian pajak khususnya yang tertunggak.
  • Mengkoordinasikan kepada kepala desa lama terhadap penyelesaian fisik yang belum selesai

Fahmi juga berharap kedepan Desa mampu menjadi penyangga dan memiliki porsi yang besar dalam memajukan pelaksanaan pembangunan daerah. Apalagi besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah dimaksudkan untuk menciptakan kemandirian desa. ” sebagai pemerintah desa kades perberan strategis terhadap akselerasi, pembangunan di wilayah desa dan top leader ” ucapnya saat memberi sambutan.

Ke 19 nama Kades tersebut diantaranya,  Awaluddin (Desa Bonde), Rahmadani (Desa Simbang), Sukiman (Desa Adolang), Aco Tasyrip (Desa Sendana), Ridwan Maruseng (Desa Lalatedong), Safruddin (Desa Tallu Banua), Baharuddin (Desa Tallangbalao), Rusdi( Desa Ulidang), Supyan (Desa Tammeroddo), Mawardi (Desa Seppong), Jalaluddin (Desa Tubo Selatan), Abdul Kayyun (Desa Onang Utara), Nasri (Desa Tubo), Asmadi (Desa Onang), Syaifuddin (Desa Bambangan), H Amiruddin (Desa Lombong), Kasman Kabir (Desa Mekkatta), Masri (Desa Maliaya),  dan H Nurdin (Desa Sambabo).

🔥953

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here