Talk Show “Upaya Penurunan Prevalensi Stunting Melalui Peningkatan Kesehatan Gigi dan Mulut”.

Isu stunting masih menjadi tema penting dan menjadi prioritas kesehatan di Indonesia selama hampir lebih 10 tahun terakhir. Apalagi prevalensi stunting tidak begitu signifikan mengalami penurunan, sehingga tiap stakeholder terkait diminta untuk terus bersinergi dalam mengantisipasai bertambahnya jumlah yang ada. Tidak heran jika Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menjadikan isu tersebut sebagai salah satu program kerja serta menjadi tema besar  HUT ke 70 PDGIT Kabupaten Majene. Acara tersebut bekerjasama dengan TP PKK Majene yang di laksanakan di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kamis 23 Januari 2020.

Ketua Panitia drg. Gufria Darma Irasanti, M. Ph mengatakan, persoalan stunting harus segera diatasi dengan memerlukan intervensi  terpadu, mencakup intervensi spesifik dan sensitif. Serta memberikan informasi tentang pentingnya memelihara kesehatan gigi dan mulut sejak dini serta memberi gambaran korelasi stunting dengan kesehatan gigi dan mulut.

Acara tersebut di hadiri, Wakil Bupati Majene, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Unhas drg. Muh. Ruslin, M. Kes, Sp. BM (K), Ph. D, Ketua TP. PKK Majene, Ketua DWP Majene, Para Pimpinan OPD yang terkait, Ketua PDGI Majene,Ketua IDI Majene, Peserta dari TP. PKK Kabupaten, Kecamatan & Kelurahan / Desa  sebanyak 120 orang.

 

Ketua PDGI Cab. Majene drg. Idhan Halik menyebutkan, berbagai kegiatan dilakukan diantaranya pemberian layanan gratis minimal kepada 1 pasien pada tanggal 21 sampai dengan 22 Januari 2020. Gerakan tersebut diharapkan mampu menggugah jiwa sosial dokter gigi di Indonesia yang berjumlah kurang lebih 36.000. Untuk  lingkup wilayah PDGI Sulselbar dilakukan kampanye kesehatan gigi dan mulut yang dikemas dalam bentuk sosialisasi dalam rangka penurunan prevalensi stunting melalui  kesehatan gigi dan mulut terlihat. Serta menggadengkan pemeriksaan gigi dan mulut sekali sebulan oleh PDGI Majene.

Ketua TP. PKK Majene Fatmawati Fahmi, mengucapkan terima kasih setinggi tingginya kepada Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Unhas yang meluangkan waktunya ke Majene untuk mengedukasi jajaran TP. PKK Majene terkait masalah stunting. “ acara ini sangat bermanfaat karna mengedukasi ibu ibu di jajaran PKK Majene terkait stuntingdari berbagai aspek” ungkapnya.

Wakil Bupati Majene Lukman acara ini tersebebut luar biasa, di hadiri  Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Unhas, ia berharap bukan hanya seremonial semata, namun kelak ada MOU antara PDGI Majene dengan Fakultas Kedokteran Gigi Unhas, terkait penanganan stunting di Majene. Ia juga berpesan kepada anggota PDGI Majene jika telah bertugas di Majene, agar tidak lagi meninggalkan  apalagi jika sudah disekolahkan oleh Pemda Majene. “Sepertinya ada kesenjangan fasilitas antara dokter umum dengan dokter gigi, semoga kedepan  bisa disamakan” ujarnya.

 

Dilanjutkan dengan pemberian cindera mata kepada Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Unhas, oleh Wakil Bupati Majene & Ketua TP. PKK Majene dari PDGI Majene. Kemdudian dilanjutkan Talk Show dengan tema “Hubungan Stunting dengan Kesehatan Gigi dan Mulut” bersama  narasumber Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Unhas drg. Muhammad Ruslin, M. Kes, Sp. BM (K), Ph. D. ia mengatakan sesuai data hanya 7,1 % masyarakat Sulbar yang melakukan waktu sikat gigi yang tepat. Untuk itu, bermitra dengan Pemkab. Majene merupakan tanggung jawab besar dari  di Fakultas Kedokteran Gigi Unhas.” kami berharap kedepannya bersama dengan TP. PKK Majene akan menjadi Tim di Provinsi Sulbar dalam hal penanganan kesehatan gigi dan mulut terkait penanganan stunting” jelasnya.

 

🔥69

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here