Bupati Majene Fahmi Massiara kembali melaporkan perkembangan dan kondisi penanganan Covid 19 di kabupaten Majene melalui video conference kepada Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Senin 30 Maret 2020. Fahmi di dampingi Wakil Bupati Lukman, dan para OPD yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas Covid 19 Majene, di ruang rapat Bupati. Tergabung dalam teleconference tersebut, Ketua DPRD Sulbar, Kapolda Sulbar, Danrem, perwakilan Kajari, serta para Bupati se Sulawesi Barat.

 

Fahmi melaporkan hingga 30 Maret, orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 87 orang, selesai pemantauan 67 orang dan dalam proses 20 orang. Sementara satu orang yang telah di rujuk ke Rumah Sakit Regional Mamuju Minggu 29 Maret dan telah dinyatakan positif terinfeksi virus korona. Ia menerangkan, anak tersebut merupakan seorang santriwati di Bogor. Kemungkinan kata Bupati, anak tersebut kelelahan dan kurang istirahat sehingga sangat mudah terjangkit. Saat di bandara suhu tubuhnya mencapai 39 derajat celcius,  kemudian di Rujuk ke Rumah Sakit Unhas. Selama kurang lebih 4 hari di rawat anak itu menunjukan kondisi yang membaik, dan pihak RS juga tidak memberikan kepastian terkait kondisi kesehatannya. Kemudian pihak keluarga membawa pulang, saat diperjalanan kemudian hasil pemeriksaan keluar dan dinyatakan positif mengidap korona. Sejak kemarin, TGT Majene juga telah melakukan isolasi kepada orang tua korban dan tetangga di lingkungan lutang.” kita berharap, kesehatan anak tersebut bisa membaik dan tidak menghawatirkan secepatnya bisa sembuh kembali” ucapnya melalui teleconference.

Fahmi juga berharap, agar diwilayah perbatasan Sulbar semakin diperketat pengawasannya. Serta meminta kepada masyarakat Sulbar yang ada di luar daerah untuk sementara waktu menahan diri untuk tidak kembali ke  daerah hingga kondisi aman dan membaik. Terkait hal tersebut, Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar juga melaporkan sejumlah kendala, terkait pembatasan orang yang masuk di perbatasan Polman dan Pinrang Sulsel. masyarakat setempat megeluhkan kemacetan akibat antrian kendaraan di wilayah perbatasan. Penumpang yang tertahan terpaksa beristirahat di halaman rumah warga dan menggunakan toilet, sementara warga keberatan karna takut terjangkit virus. ” kami berharap ada solusi dari Gubernur terkait pembatasan ini” ujarnya.

Gubenur Sulawesi barat Alibaal Masdar terlebih dahulu menyampaikan, ODP di Sulbar mencapai 493, selesai pemantauan sebanyak 171, proses pemantauan 322, pasien dalam pengawasan 3 orang dan positif 1 orang.

Kapolda Sulbar Brigjen Pol Eko Budi Sampurno dikesempatan itu kembali menyampaikan agar maklumat yang di keluarkan Kapolri untuk menjadi perhatian. Terkait pelarangan berkumpul bersama, pelaksanaan acara atau pesta pernikahan. ia juga mengatakan mulai Selasa besok akan dilakukan penyemprotan disenfektan secara serentak di Sulbar. ” kami minta kepada tiap tiap Bupati untuk memberikan informasi daerah-daerah mana yang perlu dilakukan penyemprotan ” terangnya.

🔥696

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here