Penanganan Covid 19, Pansus DPRD Polman Belajar ke Tim Gugus Tugas Majene

0
1269

Kunjungan Kerja Pansus Covid 19 DPRD Kabupaten Polman ke Tim Gugus Tugas Kabupaten Majene.

Tim gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Majene  menerima kunjungan kerja  ketua dan anggota Panitia Khusus (Pansus) Covid 19 DPRD Kabupaten Polman Senin 5 Mei 2020. Bupati Majene Fahmi Massiara selaku ketua gugus tugas, menerima secara langsung di ruang rapat wakil Bupati Majene sekira pukul 11.30 Wita. Fahmi didampingi para anggota tim gugus tugas lainnya, yaitu Kepala BPBD, Kepala BKAD, Kadis Kesehatan dan Kadis Sosial Majene. Sementara anggota pansus yang hadir diantaranya Agus Pranoto, Rahmat Ichwan Bactiar, Abdul Manaf Idroes, H Suardi Rusnaedy, Muhammad Said Sidar dan Hj Bungarannaa.

 

Ketua Pansus Covid 19 DPRD Polman Agus Pranoto mengatakan, ingin mendapat infromasi terkait penanganan Covid 19 khususnya  untuk tiga poin, yaitu kesehatan, sosial dan ekonomi. Ia menjelaskan, meski Pemkab Polman telah merancang refocusing anggaran penanganan covid 19 di APBD, namun mereka belum menerima poin poin atau rencana anggaran  secara tertulis. “  tidak ada secara terlulis yang diberikan kepada kami, sehingga kedatangan kami kesini untuk belajar dan memahami  seperti apa peran Dinsos, dan OPD terkait”. Bahkan kata Pranoto ia juga belum mengetahui alasan mengarap anggaran dana desa belum dicairkan. Ia pun telah memanggi OPD terkait namun alasannya persoalan administrasi.

Menanggapi hal tersebut Kepala BKAD Majene Kasman Kabil mengatakan, justru Kabupaten Polman, Mamasa dan Pemprov Sulbar yang tidak mencapat catatan dari Kementerian Keuangan RI terkait rancangan recofussing anggaran. Majene bersama empat Kabupaten lainya mendapat teguran memingat nilai anggaran yang dipangkas belum sesuai ketentuan. Pasalnya, pemotongan anggaran tersebut tetap melihat mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari PAD yang tidak sesuai target, adanya kegiatan yang telah berjalan apalagi Majene direncanakan menggelar Pilkada 2020. Kasman juga menyampaikan, meski tidak ada Pansus Covid 19 yang terbentuk di Majene, namun setiap  penyusunan rancanagan anggaran pihaknya tetap menyurat ke DPRD  untuk dibahas bersama. “ tidak ada pansus tapi langsung gabungan komisi, kami selalu bersurat  supaya tidak kaget, dan  ada kesepahaman terkait refocusing” terangnya.

 

Anggota Pansus Covid 19 DPRD Polman Said Sidar mengaku terkesan dengan penanagan covid 19 di Majene. Majene dianggap jauh lebih siap terutama saat memasuki wilayah perbatasan, semua kendaraan harus berhenti dan di screning. Termasuk saat kasus 01 positif corona asal Majene, yang telah dinyatakan sembuh dan hingga kini belum ada penambahan pasien postif. Ia juga mengapresiasi pansus DPRD Polman diterima langsung oleh Bupati Majene. “ mungkin kalau kabupaten lain bukan Bupati yang menerima kita” Said juga menambahkan hingga saat ini ADD desa di Polman belum cair, sementara Majene dari 62 Desa sisa 7 Desa lagi  yang belum. “ koq Polman bisa lolos, indikatornya apa bahkan kami  sudah panggil kadis terkait, tapi tidak hadir Majene ini betul – betul siap siap “ ungkapnya.

Sementara itu Bupati Majene Fahmi Massiara mengatakan,  Eksekutif, Legislatif  bahkan Forkopimda semuanya harus menjalin sinergitas. Termasuk tim gugus kecil baik ditingkat kelurahan desa dan dusun sehingga penanagan covid 19 bisa berjalan baik. Ia juga mengapresiasi  kunjungan pansus tersebut. masing –masing daerah kata Fahmi bisa saling mengisi dan bertukar pandangan  terkait penaganan covid 19. “belum tentu kita juga ini, tidak butuh masukan, saling mengisi dan bertukar pandangan  terkait penaganan covid 19” Pungkasnya.

 

🔥645

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here