Kunjungan Pengembangan Kawasan Porang dan Akselerasi Eksport Kelompok Tani Semangat Millenial Bendoro Desa Tallumae Kec. Watansidenreng Kab. Sidrap Sulawesi Selatan.

Setelah menuntaskan kunjungan kerjanya di tiga Kabupaten berbeda yaitu Bantaeng, Polman dan Wajo. Tanpa membuang waktu lama Bupati Majene Lukman langsung menuju Kabupaten Sidrap Minggu 6 Juni 2021. Kali ini ia membawa rombongan para penyuluh pertanian di 8 Kecamatan, pejabat dari Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan (Distanakbun), kepala desa dan para Kelompok Tani asal Majene untuk melakukan kaji banding  di salah satu daerah penghasil porang yang begitu sukses  yaitu  Kelompok Tani Semangat Millenial Bendoro Desa Tallumae, tepatnya di pengembangan kawasan porang dan akselerasi eksport Kec. Watansidenreng Kab. Sidrap Sulawesi Selatan.

Kesempatan tersebut jelas tidak disia-siakan Bupati bersama rombongan, apalagi mereka diterima langsung oleh Wakil Ketua iWakil Ketua DPRD SulSel yang juga sebagai pemilik perkebunan Porang  H. Saharuddin Alrif, S. IP, MM. Sebagai komoditas Pertanian yang menjanjikan di Era Baru, pada Sabtu kemarin kawasan pertanian porang tersebut juga mendapat kunjungan dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Lukman mengaku sangat antusias dengan kesempatan tersebut. Ia sengaja menjadwalkan kedatangan ini setelah kunjungan Menteri Pertanian agar para rombongan bisa dengan leluasa bertanya dan menyerap ilmu. Kunjungan tersebut merupakan pembelajaran penting untuk memahami lebih jauh bagaimana budidaya tanaman porang. ” kami melihat tanaman porang ini secara langsung, kondisinya luar biasa sangat menjanjikan ” Mantan Wakil Bupati Majene ini juga beterima kasih karna telah menerima dengan baik dan membawa ilmu yang akan di gunakan saat kembali ke Majene.

Wakil Ketua H. Saharuddin menceritakan kawasan porang ini dahulunya lahan kritis milik orantuanya. Namun sejak tahun 2019 ia berfikir keras babagaimana menciptakan peluang pertanian yang menjanjikan karna selama ini melihat banyak keluhan dari para petani. ” Petani yang sejahtera disini dahulu yang punya lahan 5 Hektar keatas, 1 Hektar kebawah begitu begitu saja, habis tanam panen , habis tanam panen ” Ujarnya. Sebagai wakil Rakyat dua periode di DPRD Sulsel ia akhirnya mendapatkan ide setelah membaca koran KOMPAS yang didalamnya mengulas tanaman Porang. Setelah kemana-mana bertanya dan berkonsultasi tentang potensi tanaman tersebut  ia akhirnya  mencari bibit untuk di tanam hingga ke di Bulukumba.

Ia juga menjelaskan secara bagaimana cara memilih bibit umbi porang, mempersiapkan lahan, cara menanam bibit porang, pemeliharaannya, memanen hingga pemasarannya.

Budidaya porang belakangan ini semakin diminati para petani. Permintaan pasar akan umbi dari tanaman berkhasiat ini membuat banyak orang berlomba-lomba mempelajari cara budidaya porang. Tanaman Porang merupakan salah satu tanaman jenis umbi-umbian yang bernilai tinggi. Kandungan zat glukomanan dalam porang sangat bermanfaat untuk kesehatan.

🔥81

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here