Rapat Percepatan Penanganan Ganti Rugi Tanah Warga yang Terdampak Proyek Pelaksanaan Pekerjaan Jembatan Tubo.

Pemerintah Kabupaten Majene akan membentuk Tim Percepatan Pembebasan Lahan untuk penanganan ganti rugi tanah warga yang terdampak proyek pelaksanaan pekerjaan jembatan Tubo. Hal tersebut diputuskan saat rapat bersama Bupati Majene dan stakeholder terkait Kamis 10 Juni 2021.

Hadir dalam rapar tersebut Kadis. PU PR, Kadis. LHK, Kasatpol. PP, Kepala BPN, Sekretaris Perkimtan, Kabag. Hukum, Kabid. Asset BKAD, Pihak pelaksana Kegiatan, PPK 1.3 Prov. Sulbar, Perwakilan Polsek Sendana dan Konsultan Pengawas.

Bupati Majene Lukman yang memimpin rapat tersebut mengatakan Jembatan Tubo sudah harus di ganti menurut usianya. Jembatan tersebut harus diganti, dan seharusnya telah dikerjakan pada 19 Maret 2021 lalu. ” tidak ada pilihan lain pekerjaan jembatan ini harus jalan karena ini untuk kepentingan masyarakat dan kita semua” ucapnya. Lukman juga mengatakan, permasalahan tersebut  telah di serahkan Pemerintah Kecamatan dan Desa, namun saat ini belum ada laporan sama sekali, sehingga persoalan ini harus diambil alih oleh kabupaten.

Sekretaris Perkimtan Majene mengaku telah melakukan verifikasi lapangan termasuk berdiskusi dengan pihak pemilik lahan. Namun syarat untuk proses ganti rugi juga harus di penuhi seperti memiliki alas hak, sertipikat atau sporadis, namun yang melengkapi berkasnya baru sekira 8 orang, dan menyisahkan 3 orang yang belum ðēemelengkapi alas hak. Ia juga mengatakan kendala utama yang dihadapi saat ini pihaknya tidak dapat menyelesaikan ganti rugi tersebut, jika persoalan dilapangan tidak jelas seperti belum bisa membuktikan bukti kepemilikannya, lantaran ada konflik internal keluarganya.

Berdasarkan PP No. 16 terkait percepatan pembangunan strategis nasional, Perkimtan juga telah bermohon kepada BPN untuk melakukan pengukuran agar segera terbit peta bidang. Sementara itu dari Pihak BPN mengatakan bila sudah ada bukti kepemilikan, maka kegiatan ganti rugi bisa dilakukan. Jika warga tidak bisa menerima, maka bisa dititip di Pengadilan.

Untuk progres pengerjaan pembangunan Jembatan Tubo yang dilakukan pihak Balai, masih dalam penyelidikan tanah. pihaknya berharap pembebasan lahan dapat segera dituntaskan minimal pembebasan batang kelapa.

 

 

🔥47

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here