Malam Anugrah Pustaka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tahun 2017

SDN No 2 Kampung baru atas nama ST Nuraidah Syam keluar sebagai juara pertama lomba bercerita tahun 2017 tingkat SD/MI se Kabupaten Majene. Juara kedua di raih Nur Aliah Muhidin SD N 36 Inf Pakkola dan ditempat ketiga di raih Siti Ma’rifah Ramadhani dari SD N no 6 Kampung Baru. Lomba yang di adakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Kabupaten Majene ini, juga di rangkaian dengan pengumuman lomba perpustakaan SMA sederajat dan Lomba Perpustakaan Desa dan Kelurahan.

Dewan Juri Muh Ishak yang membacakan hasil lomba bercerita mengatakan, kedepan lomba bercerita sebaiknya dikemas tanpa melupakan dialeg kultural. Dalam hal ini setiap peserta menggunakan bahasa indonesia namun tetap dengan dialeg kedaerahan khas mandar. Misalnya bahasa Indonesia namun dialeg ulumanda, dialeg balanipa atau dialeg baruga. Muh Ishaq beralasan saat ini kita seolah malu menggunakan dialeg kedaerahan kita, orang-orang yang dilahirkan di sini seolah mengangkat monas kedaerah ini. “ saya harap diperlombaan kedepan ditingkt provinsi ataupun nasional saya merekomendasikan kita tetap mempertahankan kesadaran kultural ini, jangan sampai identitas berbudaya kita hilang, saya katakan kita tak perlu berbahasa Indonesia karna mandar adalah Indoensia “ terangnya saat malam anugrah pustaka tahun 2017 senin 3 april.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Provinsi Sulbar Darmawati mengapresiasi pelaksanaan malam anugrah pustaka ini. Selain baru hanya Kabupaten Majene yang menghelat kegiatan ini di Sulbar, Majene pun tak absen mewakili provinsi Sulbar dalam lomba perpustakaan nasional. Meski belum pernah kelaura sebagai juara pertama, namun setidaknya untuk skala Sulbar, Majene masih menjadi terbaik. Untuk itu ia berharap, kedepan pemerintah daerah kabupaten Majene harus terus berbenah tidak hanya dalam fasilitas fisik dan ketersediaan buku bacaan, tapi juga sarana yang berbasis IT untuk menunjang kinerja para tenaga pustaka di Majene. “ Majene ini adalah kota pendidikan di Sulbar, tentu sangat wajar menjadi rujukan di Sulbar, kalau kita ingin juara nantinya, banyak hal yang harus di benahi terutama IT, selain itu kami juga meminta bupati Majene bisa mengangkat  pejabat fungsional khususnya pustakawan dan arsiparis“ jelas Darmawati.

Bupati Majene Fahmi Massiara yang turut hadir  mengatakan, lomba bercerita dan perpustakaan merupakan salah satu cara untuk menggairahkan minta baca. Apalagi peran Majene sebagai pusat pendidikan di Sulbar, harus dibarengi Sumber daya manusia yang mencintai buku. Ia mengaku bangga, mengingat di setiap lomba perpustakaan yang di adakan provinsi sulbar, Majene selalu menjadi duta di tingkat nasional. Meski belum pernah menjadi juara, pemerintah daerah akan berupaya membenahi seluruh perangkat yang ada. “ fungsi utama dalam membangkitkan  minat baca adalah tugas pemerintah daerah dan seluruh pihak, kita berupaya menjadi peolpor sumber informasi khususnya bagi pustakawan yang juga merupakan agen perubahan di instansi daerah “ jelas Fahmi.

Hadir dalam acar tersebut, Wakil Bupati Majene, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Mamuju, Polman dan Mamuju Utara, Pimpinan OPD se Kab Majene, kepala sekolah SD sederajat dan SMA sederajat.

🔥104

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here