Pencanangan Program Kampung KB di Desa Tammero’do

Masih banyak yang mengira program kampung KB (Keluarga Berencana) yang di canangkan di tiap kecamatan, merupakan upaya untuk meng KB kan atau mengikutsertakaan setiap keluarga di satu wilayah dalam program pengendalian penduduk tersebut. Padahal program kampung KB yang diinisiasi pada 2016 lalu tersebut, merupakan wadah terintegrasi seluruh program-program pembangunan yang di canangkan pemerintah. Awalnya program ini merupakan instruksi langsung presiden Indonesia Joko Widodo untuk membentuk kampung KB yang menjangkau masyarakat pinggiran. Salah satu alasanya untuk menjangkau lokasi yang belum terjamah oleh program pembangunan.

Dalam Nawacita dijelaskan, setiap masyarakat yang belum terjangkau akses program pembangunan dapat diawali dengan pembangunan manusia yang berkualitas.  Singkatnya program kampung KB ini merupakan kegiatan yang terintegrasi di berbagai sektor  pembangunan sesuai kebutuhan. “ jadi bukan meng KB kan semua orang yang ada di desa, tapi melihat kebutuhanya seperti apa, program yang terintegrasi ini bisa dari program KUR, sarana air bersih dan banyak lainya, jadi bukan sebatas penggunaan kontrasepsi dan sebagainya” kata Andi Rita Mariana Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat saat pencanangan kampung KB di desa Tammero’do Kec Tammero’do 5 april 2017.

Terkait pencanagan kampung KB, Rita juga mengapresiasi respon pemerintah kabupaten Majene, yang hingga kini hampir menyelesaikan pencangan di seluruh kecamatan. Kecamatan Tammero’do merupakan wilayah kelima, yang berarti menyisahkan 3 kecamatan lain. Untuk Majene rencananya akan selesai pada 10 april 2017 mendatang. “ untuk skala Sulbar, Majene yang paling progresif sudah 5 kecamatan menyusul pamboang sebentar,  Polman, baru dua kecamatan, Mamasa baru satu sementara Mamuju, Mamuju Tengah dan Mamuju Utara belum sama sekali, jadi memang Majene lah yang paling proaktif “ Jelas Rita Mariana. Ia juga berharap, agar setiap triwulan ada laporan terkait progres pelaksanaan kegiatan ini yang juga akan di laporkan secara berjenjang ke BKKN pusat di jakarta.

Sementara itu Bupati Majene Fahmi Massiara yang meresmikan kampung KB di Tammero’do mengatakan, program ini tidak boleh berjalan secara seremonial saja. Progres dari waktu ke waktu harus terlihat. Jangan sampai keikutsertaan peserta KB selama ini justru menurun atau banyak yang drop out. Dalam kesempatan itu Fahmi juga sempat bernada tinggi, mengingat hingga kini ia belum pernah ada laporan secara tertulis yang ia terima terkait output pelaksanaan program KB di Majene. “ Saya minta kita bekerja profesional, kepala bidang harus proaktif disini mana kita bisa mengambil kebijakan kalau data tidak ada, berapa peserta KB baru, yang drop out berapa , ini kan tidak ada laporanya” tegasnya. Fahmi meminta agar OPD terkait, segera membuat laporan terkait pencapaian program pengendalian penduduk di Majene.

Turut hadir dalam pencanangan KB tersebut, Wakil Bupati Majene Lukman, Ketua Tim Penggerak PKK Kab Majene Fatmawati Fahmi, perwakilan OPD, Kepala Desa, Camat tammero’do dan masyarakat setempat

🔥53

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here