Ada tiga program kerja utama pemerintah Majene di bawah kepemimpinan Bupati Fahmi Massiara dan Wakilnya Lukman. Program tersebut diantaranya Revolusi Biru yang mengcover sektor kelautan dan perikanan, Revolusi Hijau dibidang pertanian juga perkebunan dan yang ketiga Revolusi Pariwisata. Ketiga program ini, telah di tuangkan dalam bentuk naskah resmi RPJMD pemerintah kabupaten Majene yang juga merupakan visi misi Fahmi – Lukman saat pencalonan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2016 lalu.

Dari ketiga program besar tersebut, nampaknya program Revolusi Hijau yang saat ini telah menunjukan hasil yang baik. Beberapa komoditas holtikultura sejak tahun 2016 hingga awal 2017 ini terus mengalami peningkatan produktivitas seperti, tanaman Bawang Merah dan cabai. Di sektorBawang merah petani mampu memproduksi 12 ton ditiap hektarnya dengan harga pasar Rp. 20.000 – 21.000 perkilo. Bahkan menurut catatan Dinas Pertanian, peternakan dan perkebunan (Distanakbun) kab Majene, keuntungan para petani bawangmerah pada panen raya lalu ada yang mencapai  Rp. 20 juta – 40 juta per orang.Perluasan lahan tanam bawang merah juga dilakukan yakni sebnyak 25 hektar khususnya di dua kelurahan yang ada di kecamatan Banggae Timur. Dua kelurahan tersebut diantaranya kelurahan baruga dhua dan keluarahan tande.

Untuk sektor tanam cabai juga sangat menggembirakan. Target panen 100.000 pohon cabai  merah, berhasil dilakukan khususnya di beberapa kecamatan.Majene yang selama ini di kenal sebagai daerah pengkonsumsi cabai dan hanya bergantung dari wonomulyo kabupaten  polman, akhirnya secara mandiri mampu menghasilkan tanaman cabai bahkan dengan jumlah yang sangat besar. Wakil Bupati Majene Lukman optimis kedepan komoditas cabai merah akan menjadi komoditas unggulan di sektor pertanian.

Program tanam cabai merupkan program nasional yang di galakan oleh pemerintah pusat sejak tahun 2016 lalu. Namun jauh hari sebelumnya, hal tersebut telah di prediksi pemerintah daerah Majene. Lukman menjelaskan sejak dirinya di lantik juni 2016 lalu, pada pembahasan APBD perubahan agustus 2016 pemerintah menambahkan perluasan penanaman cabai sebanyak 5 hektar. “ jadi kami prediksi sebelumnya kalau desember itu natal dan tahun baru, pasti ada lonjakan harga cabai makanya kami tambahkan 5 hektar dalam APBD Perubahan. Kalau di jakarta atau di pulau jawa baru mau tanam, kita sudah panen 100,000 pohon sekaligus” terangnya.

Menurut Kepada Dinas Pertanian dan Peternakan Kab Majene Iskandar Muri ada 10 kelompok tani yang mendapat binaan dari pemerintah daerah. Masing – masing kelompok tani mengelola setengah hektar lahan dari total 5 hektar yang di siapkan.  9 kelompok tani  siap panen, dan satu lagi masih dalam penanaman.

Dari 10 kelompok tersebut, diantaranya 1 kelompok tani di lingkungan lutang. 1 kelompok tani di lingkungan Salabulo, 2 kelompok tani di puawang, satu kelompok tani di pamboang, lambe – lambe 1 kelompok tani,   2 kelompok tani di binanga utara dan satu kelompok tani di Banggae. Iskandar menjelaskan, bahwa varietas cabai yang di gunakan adalah varietas balebat, dimana potensi produksinya mencapai 10 ton per hektar.  Per satu pohon hasil cabai bisa  mencapai 2 kilogram  dan dalam satu kilo gram jumlah cabai bisa mencapai 40 – 50 biji. Untuk hitungan angka, harga perkilonya menembus angka  Rp. 15 – 20 ribu, bahkan untuk harga di eceran di pasar bisa lebih hingga Rp 30 Ribu  – 35 Ribu, dan jika di distribusi ke pulau jawa yang merupakan salah satu wilayah dengan konsumsi cabai yang tinggi harga bisa jauh lebih tinggi lagi sekitar Rp. 125. Ribu per kilogram . “ jika harga stabil dengan ukuran cabai yang besar dan panjang, setiap hektarnya bisa tembus  250 juta rupiah” kata Iskandar.

Variertas tersebut, hanya tahan selama satu minggu hingga delapan hari, untuk itu petani di harapkan memikirkan dengan tepat strategi distribusi ke pengepul atau para pelanggan. Meski begitu, petani tak perlu khawatir berlebihan mengingat telah ada centra produksi pengelolaan cabe menjadi saos kemasan dan botolan, yang telah dikembangkan di desa Adolang kecamatan Pamboang yang sebelumnya mendapat bantuan dari kementrian pertanian berupa pabrik pengelolaan cabai, ” Jadi petani bisa menjadi penyuplai cabe untuk di olah menjadi saos kemasan dan botolan di Adolang.

Bupati Majene Fahmi Massiara mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh kelompok tani yang aktif di Majene. Kerja keras yang dilakukan petani telah membantu pemerintah dalam mewujudkan program kerja pemkab Majene melalui MP3 (Majene Profesional, Proaktif dan Produktif). Kedepan pemerintah akan mensupport melalui kebijakan, agar peningkatan nilai tambah dibidang pertanian makin tinggi sekaligus ikut mensejaterakan petani.

TP- PPK Galakkan Tiap Rumah Tanam Pohon Cabai

TP- PKK Kab Majene juga takketinggalan dalam menyukseskan program tanam cabai dan tomat. TP PKK Majene, mengajak kaum Ibu menanam cabai di pekarangan rumah. Meski demikian, program tersebut sejak jauh hari telah ada melalui program 10 pokok PKK.“ banyak keuntungan yang kita dapat dengan program tanam cabai ini, ibu rumah tangga tentu tidak akan merasakan dampak kenaikan harga cabai khususnya dalam pengeluaran kebutuhan rumah tangga , tapi juga cabai yang kita langsung petik di halaman rumah masih segar dan sehat “  Kata Fatmawati Ketua TP-PKK Kab Majene.

Pada Januari laluTP PKK Kab Majene telah  melakukan penandatangan Mou dengan loka pengkajian Teknologi Pertanian (LPTP) Balitbangtan Provinsi Sulbar dalam hal mensukseskan program tanam cabai di Majene.  Perjanjian kerjasama tersebut tentang pendampingan Inovasi Teknologi Pertanian di Sulbar. Balitbangtan akan membantu dalam hal teknis pembibitan oleh PKK sebagai penggerak penanaman cabai bagi tiap rumah tangga di Majene.

🔥489

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here