Program pengelolaan sampah dengan sistem Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS 3 R ) merupakan salah satu cara untuk menanggulangi makin menggunungnya sampah.  Kebijakaan pengelolaan persampahan ini dimaksudkan sebagai pedoman pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pemerintah serta masyarakat yang menerima manfaat kelompok swadaya masyarakat (KSM)  dalam melakukan kegiatan pengurangan sampah dari sumbernya. Pendekatan pengelolaan 3R mulai dari menjemput sampah dari tiap rumah, pemilah sampah, pengelolaan sampah organik akan dijadikan kompos. Tujuan dari program ini, yakni memberikan sarana kepada masyarakat dikawasan permukiman padat perkotaan yang ingin melaksanakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat sesuai dengan pilihan dan kondisi lingkungan.

Bupati Majene Fahmi Massiara mengatakan, ada beberapa lingkungan yang sangat cocok dengan program tersebut, khususnya di kawasan Labuang dan Labuang Utara. Lingkungan lain seperti Tamo dan Baurung juga masih perlu pendampingan, agar perilaku buang sampah ke laut bisa ditekan sehingga pelayanan kebersihan juga program Majene Mapaccing bisa maksimal dirasakan. “ jika masalah kebersihan hanya akan mengandalkan kinerja dan kebijakan pemerintah semata, maka upaya apapun tidak akan pernah berhasil, seluruh elemen masyarakat juga harus faham, bagaimana mencintai lingkungan dengan tidak mengotori dan juga membuang sampah pada tempatnya” jelas Fahmi saat peresmian TPS 3 R Pullayonga lingkungan Tunda 11 april kemarin.

Sementara itu kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Majene Djazuli Muchtar mengatakan ada delapan TPS 3 R yang telah terbentuk di Majene. Salah satu TPS 3 R KSM yang bisa menjadi contoh yakni KSM Mapia. KSM tersebut bahkan secara mandiri mampu membuat kompos dari cacahan plastik yang di ubah menjadi bubur. KSM tersebut telah bermitra dengan para penada diluar Majene Bahkan sudah banyak kabupaten tetangga semisal Polman, Mamuju Utara dan Mamuju tengah  yang memesan kompos hasil olahan KSM tersebut. tidak hanya itu kelebihan lain dari KSM Mapia kata Djazuli, KSM tersebut juga memiliki pendekatan yang baik kepada seluruh masyarakat di lingkunganya. Masyarakat bahkan rela membayar Rp. 5000 per satu rumah, yang digunakan untuk pemanfatan pemberdayaan kelompok KSM Mapia.

Untuk itu ia berharap, kepada TPS 3 R Pullayonga agar bekerja secara sungguh – sungguh. Jangan sampai, setelah di resmikan hari ini, tempat nya malah tidak beroprasi dan sering terkunci.

Djazuli Muchtar juga menjelaskan pada Dinas Kebersihan dan Lingkungan hidup Majene, telah terbentuk bank sampah yang di kelola oleh para mahasiswa. Bank sampah ini, merupakan salah satu indikator penilaian piala Adipura. Selama ini Majene tidak mendapat nilai apapun pada indikator tersebut, namun setelah bank sampah ini terbentuk, pada penialaian Adipura nantinya sedikit banyak akan memberikan kontribusi. “ kita sudah bentuk bank sampah yang kami tempat kan di gudang belakang kantor kami, pembukuanya tertib, satu kilo sampah di hargai Rp 1000, tapi tidak ambil langsung karna akan dikumpul dalam rekening masing – masing warga, setelah jumlahnya sudah cukup banyak baru dicairkan“ terangnya.

Selain persemian TPS 3 R juga dilakukan pelatihan pengelolaan sampah organik dan non organik. Hadir dalam acara terebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kab Majene Fatmawati Fahmi, Satker PU Sulbar, perwakilan OPD serta tokoh masyarakat lainya.

🔥286

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here