Kegiatan KIE ( Komunikasi Informasi Edukasi ) Tentang Lingkungan Yang Kondusif Untuk Tumbuh Kembang Anak di Kab Majene.

Kabupaten Majene merupakan model program perlindungan anak berbasis masyarakat di Sulawesi Barat. Jika tak ada aral melintang, pada kamis nanti tim dari Kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak refublik Indonesia bersama Fasilitator nasional PABN akan melakukan uji kelayakan di daerah Pamboborang Majene yang menjadi pilot project program yang juga mendukung percepatan kota layak anak di Sulawesi Barat. Hal ini di sampaikan Darmawati Anshar Kadis Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB Provinsi Sulbar mengatakan,saat roadshow KIE ( Komunikasi Informasi Edukasi ) Tentang Lingkungan Yang Kondusif Untuk Tumbuh Kembang Anak tingkat Kabupaten Majene, di Aula Nusa Bila 18 april 2017. “ saya berharap hasil penilaian nya nanti akan baik dan Majene bisa menjadi kota layak anak di Sulbar, “ jelasnya.

Program perlindungan anak berbasis masyarakat (PABN) merupakan gerakan perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat dikelola sekelompok orang di satu wilayah perdesaan atau kelurahan. Gerakan tersebut bertujuan membentuk kelompok masyarakat yang mampu mengenali, menelaah, dan mengambil inisiatif dalam mencegah dan menangani masalah kekerasan terhadap anak yang ada di lingkungan mereka secara mandiri.

Sementara itu juga di sebutkan, tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak, pernikahan dini, dan juga jumlah pekerja anak masih cukup tinggi di Sulawesi Barat. Bahkan untuk skala nasional, nama Sulbar masuk dalam tiga besar jumlah tertinggi kategori pernikahan dini dan juga jumlah pekerja anak. Tingginya tingkat kekerasan kepada anak menjadi ancaman yang serius. Menurut Bupati Majene Fahmi Massiara, semakin banyak anak yang menjadi korban berarti makin lemah pula masa depan suatu bangsa. Untuk itu sangat penting menciptakan lingkungan yang kondusif untuk tumbuh kembang anak. Tidak hanya di lingkungan keluarga saja, tapi juga lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat yang menjadi tempat sosialisasi dan juga tempat mengadopsi nilai – nilai bermasyarakat. “Lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat  memiliki pernan yang penting, khususnya dalam menciptakan lingkungan kondusif yang akan mendukung pembentukan karakter anak” jelas Fahmi.

Acara tersebut melibatkan lintas sektoral mulai dari tokoh perempuan, masyarakat, agama, para pendidik di sekolah, OPD terkait, pihak kepolisian dan aktivis perlindungan perempuan dan anak. Para narasumber dari Widyaswara BKKBN provinsi Sulbar dan praktisi perlindungan perempuan dan anak. Pelaksanaan Roadshow KIE tersebut di tujukan untuk semua kabupaten di Sulbar. Majene menjadi kabupaten ketiga, setelah pelaksanaan roadshow KIE di Polman dan Mateng belum lama ini.

 

🔥160

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here