Rapat Kerja Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di Kabupaten Majene.

Gubernur Sulawesi Barat Alibaal Masdar berkomitmen membantu penanganan air bersih di kabupaten Majene. Menurutnya, penanganan air bersih merupakan hal pokok dan penting dilakukan, karna menyangkut dengan derajat kesehatan di masyarakat, apalagi Majene memang masih terkendala air bersih, dan hanya beberapa wilayah saja yang tercover air dari PDAM.  Untuk itu ia akan berupaya, seluruh kecamatan bisa mendapatkan pasokan air bersih dari PDAM. Pemerintah provinsi Sulbar akan membantu intervensi ke pemerintah pusat agar, persoalan air bersih di Majene mendapat bantuan secepatnya. “ kalau kita mau cepat atau tidak mau susah – susah minta ke pusat, kita bisa kerja sama dengan kabupaten Polman saja, tapi itu tidak bisa gratis “ Jelasnya. Alibaal melanjutkan, air memang gratis karna pemberian dari tuhan, atau saluran air / pipa yang juga merupakan bantuan dari pusat, namun dalam hal pengelolaan air mulai dari pembersihan, penjernihan, menghilangkan kuman, dan bau  seluruhnya menmbutuhkan dana, karna akab dibeli. Kalau ada PDAM yang memberikan air secara gratis di masyarakat, hal tersebut semata bantuan dari pemerintah pusat.”  setahu saya ada empat obat yang harus dibeli seperti pembersih, penjernih, menghilangkan bau dan kuman, semua itu harus dibeli jadi memang tidak bisa gratis” ungkapnya, saat rapat kerja pemerintah provinsi sulbar di kabupaten Majene 31 mei, yang bertempat di ruang pola kantor bupati Majene.

Rapat kerja tersebut, merupakan rapat perdana setelah dilantik sebagai gubernur provinsi Sulbar periode 2017-2022. Alibaal, juga di dampingi wakil gubernur A. Eny Anggaraini Anwar, Sekertaris Provinsi Sulbar, Danrem, para staf ahli dan asisten provinsi Sulbar dan sejumlah pimpinan OPD lainya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Majene Fahmi Massiara melaporkan sejumlah perkembangan situasi baik itu kantibmas, sosial dan ekonomi di Majene. Terkait dengan kondisi perekonomian Majene hingga hari kelima Ramdhan, Fahmi melaporkan terjadi kenaikan disejumlah kebutuhan pokok di pasaran. Namun hal tersebut masih dinilai wajar mengingat peningkatan nilai Inflasi lumrahnya akan terjadi pada hari – hari besar keagamaan semisal puasa, lebaran, natal dan pergantian tahun.  Meski demikian ada juga sejumlah bahan pokok mengalami deflasi semisal beras, gula pasir, bawang merah dan komoditas buah buahan lainya. Informasi tersebut di peroleh setelah melaksanakan sidak di pasar sentral Majene  pada H-1 Ramadhan atau 26 mei lalu bersama dengan  Tim Pengedali Inflasi Daerah kab Majene. Untuk menstabilkan sejumlah bahan pokok yang merangkak naik, kata Fahmi TPID kab Majene rencananya akan menggelar operasi pasar murah yang akan dilaksanakan pada minggu pertama bulan juni. “ sebenarnya, PKK provinsi dan Kabupaten saat ini tengah, melakukan operasi pasar murah di Majene, jadi pemda kalah start, tapi Insha Allah dalam waktu dekat kami menggelar operasi pasar murah untuk menekan kenaikan harga di pasaran” jelas Fahmi.

Rapat kerja Gubernur Sulbar, berlanjut dengan melakukan buka puasa bersama di rumah jabatan Bupati Majene, kemudian pada malam harinya dilanjutkan dengan agenda safari Ramadhan di Masjid Darul Ma’ruf di Baruga.

 

🔥201

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here