Rapat Monitoring, 6 OPD Belum Masukan Capaian Realisasi, 16 OPD Telat, 13 OPD Tepat Waktu

0
729

Rapat Monitoring Evaluasi Program Pembangunan Triwulan ke II Pemerintah Kabupaten Majene Tahun 2017 .

Dari hasil rapat monitoring dan evaluasi pemerintah kabupaten Majene (triwulan 2) untuk seluruh program dan kegiatan baik yang bersumber dari DAU, DAK, TP dan sumber pembiayaan lainya, di peroleh informasi dari 40 OPD masih ada 6 OPD yang belum memasukan laporan capaian realisasi fisik dan keuangannya. OPD tersebut diantaranya, Dinas Perhubungan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kecamatan Pamboang, Malunda, Ulumanda dan Tubo Sendana.  Sementara itu ada 16 OPD yang terlambat memasukan laporanya sesuai jadwal untuk triwulan ke dua, dan hanya 13 OPD lainya memasukan laporan dengan tepat waktu.

Saat Bupati Majene Fahmi Massiara meminta konfirmasi terkait nihilnya hasil laporan keuangan kepada OPD bersangkutan. Pimpinan OPD berdalih adanya beberapa hambatan teknis yang dialami oleh bendahara terkait. Namun mereka berjanji paling lambat 15 Juli kemarin, laporan triwulan pertama hingga kedua akan di masukan ke Bapeda. “ sejak Dishub berpisah dengan Kominfo,banyak tenaga yang berpengalaman ikut pindah sehingga bendahara yang ada saat ini masih perlu belajar lagi karna masih belum berpengalaman” terang Kadishub Majene Arifuddin, saat rapat monitoring jumat 14 juli kemarin bertempat di ruang pola kantor Bupati.

Plt Sekertaris Kabupaten Majene Burhanuddin mengharapkan untuk kedepanya, masing – masing  OPD untuk memberikan perhatian yang lebih. Untuk triwulan ketiga pada 5 oktober nanti, OPD harus secepatnya melengkapi laporan keuanganya, mengingat hal tersebut akan mempengaruhi laporan realisasi ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. “ saya harap sebelum tanggal lima oktober depan , laporan sudah harus masuk, ini kan bukan hal yang baru lagi, untuk itu seluruh pihak terutama pimpinan OPD harus lebih memacu kinerjanya” ungkap Burhanuddin.

Rapat Evaluasi kegiatan tersebut bertujuan, untuk mengevaluasi program yang bersumber dari DAU dan mengacu pada kepada target yang telah di rencanakan OPD, baik target fisik maupun target keuangan. Tujuanya  untuk mengukur sampai sejauh mana capaian realisasi fisik dan keuangan dengan target yang telah di rencakan. Evaluasi  serapan kegiatan di ukur melalui persentase realisasi fisik dan keuangan sesuai persentasi berimbag  yang berdasarkan bobot masing – masing kegiatan per SKPD. Penialain terhadap data monitoring dan evaluasi  dari SKPD dilakukan dengan melihat GAP antara target dan realisasi baik fisik maupun keuangan.

🔥38

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here