Penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara Forum Dosen Indoensia (FDI) DPD Provinsi Sulawesi Barat dengan Pemerintah Kabupaten Majene.

Forum Dosen Indoensia (FDI) DPD Sulawesi Barat, berkomitmen untuk berkontribusi lebih mendukung visi misi pemerintah daerah Majene. Dukungan tersebut berupa kerjasama riset dan penelitian di berbagai bidang, diantaranya kelautan, ekonomi dan tata kelola pemerintahan. Kerjasama tersebut dituangkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara FDI DPD Sulbar dan Pemkab Majene di Aula kantor Balitbang rabu 26 juli.

Ketua FDI DPD Sulbar Irfan AP mengatakan, sangat bersyukur dengan respon positif yang diberikan pemerintah kabupaten Majene. Sejak FDI Sulbar berkantor setahun lalu, pemda telah memberi ruang kepada FDI untuk berkreasi bekerja menghasilkan kajian – kajian ilmiah yang berguna bagi pemerintahan daerah.

Ia juga menjelaskan, FDI merupakan organisasi berbadan hukum yang terdiri dari 21 DPD se Indonesia. FDI Sulbar sebelumnya bergabung dengan FDI DPD Sulsel. Jumlah anggota resmi mencapai 696 dosen dan telah terdaftar di dikti. Meski demikian masih banyak dosen yang belum terdaftar di Dikti. Jumlah keanggotan FDI di Majene mencapai200 lebih dosen, untuk itu kantor sekretariat FDI DPD Sulbar di fokuskan di kabupaten Majene “ kami sangat bersyukur, dengan MoU ini, kami harap kedepan kerjasama untuk tiap OPD dalam hal penelitian, akan banyak memberikan rekomendasi ilmiah yang sangat berguna dalam penyusunan program kerja” ungkap Irfan.

Senada dengan hal tersebut Bupati Majene Fahmi Massiara mengatakan, agar tiap OPD bekerja optimal sesuai dengan arah pembangunan yang disepakati. Jangan sampai kata Fahmi, banyak hal – hal yang menyimpang tidak sesuai dengan visi misi pemerintah daerah.” hasil rekomendasi dari FDI akan sangat membantu dalam menentukan program yang layak untuk kita jalankan, semua harus satu suara jangan jalan sendiri – sendiri” jelasnya.

Sementara itu dr Evawaty kepala Balitbang kab Majene mengatakan, saat ini pada organisasi yang ia pimpin masing sangat minim keberadaan pakar atau praktisi kelitbangan. Untuk itu MOU dengan FDI DPD Sulbar, merupakan solusi untuk mencover tugas tugas Balitbang khususnya dalam menghasilkan dan menyusn rekomendasi – rekomendasi utnuk tiap OPD.” Saat ini kami sangat minim pakar atau praktisi kelitbangan, kami baru hanya punya satui staf yang kami kirim ke LIPI untuk mengikuti pelatihan disana” jelas Eva.

Hadiri dalam penandatanagn MoU tersebut, beberapa pimpinan OPD, dan para dosen di Kabupaten Majene.

🔥112

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here