Peringatan HUT IBI ke 68 Tingkat Kab Majene  dan Hari Bidan Internasional tahun 2017.

Ikatan Bidan Indonesia (IBI) kabupaten Majene, bertekad meningkatkan taraf kesehatan ibu dan anak. Khususnya kesehatan reproduksi perempuan dan tumbuh kembang anak. Hal ini penting untuk meningkatkan status kesehatan anak, sesuai dengan visi misi pemerintah kabupaten Majene yakni menciptakan generasi yang sehat dan produktif. Hal ini di sampaikan Hasmiati ketua IBI kab Majene saat perayaan HUT IBI ke 68 tingkat kabupaten Majene serta hari Bidan Internasional tahun 2017. Acara tersebut di laksanakan 24 juli kemarin, di lantai satu masjid agung Ilaikal Mashir.

Dalam rangkaian HUT IBI tersebut, sebelumnya telah dilaksanakan sejumlah kegiatan sejak juni – juli 2017. Lomba tersebut diantaranya, praktek bidan mandiri, pemeriksaan ifa visual asam asefat yang serentak dilaksankan 5 juli di  13 ranting bagi 109 ibu ibu. Juga dilaksankan tabur bunga kepada bidan yang telah  meningal, pemeriksaan pamsper bekerja sama dengan BPJS dan Prodia pada 8 juli, di sekretariat IBI Majene, kepada  56 orang dan  60 orang di Salutambung kec Ulumanda.

Hasmiati juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah daerah dan stakeholder lainya, yang pada 17 juli lalu telah mengangkat 64 tenaga bidan PTT menjadi CPNS. “ kami sangat bersyukur, dan berterima kasih kepada pemerintah daerah, Dinas Kesehatan dan Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia yang telah mengangkat ke 64 bidan PTT, masih tersisa 4 lagi yang menunggu kebijakan pusat, mereka terbentur persayaratan umur” terangnya.

Sementara itu bupati Majene Fahmi Massiara yang turut hadir mengatakan apa yang di capai oleh IBI kab Majene saat ini harus lebih di tingkatkan lagi. Khususnya peningkatan pelayanan kepada para ibu hamil dan anak. Peran bidan di masyarakat sangat lah dibutuhkan, apalagi saat ini tingkat kematian ibu hamil dan melahirkan masih terbilang tinggi.”  Saya berterima kasih kepada seluruh bidan di kabupaten Majene karna telah mendukung program jaminan persalinan dan program lainya” ungkap Fahmi.

Senada dengan bupati Majene, kepala Dinas Kesehatan kabupaten Majene dr. Nurwan Katta mengatakan peran IBI dalam menekan angka kematian ibu hamil dan anak sangatlah penting. Untuk faktor tersebut menjadi indikator utama penerapan standar pelayanan minimum yang ditetapkan Kemenkes. “ masalah kamatian ibu hamil dan anak harus ditangani dengan serius, IBI sebagai penolong pertama harus bekerja maksimal, namun kita harapkan juga pemeriksaan Ifa bagi kaum ibu secara berkala harus dilakukan, karna salah satu faktor kematian ibu hamil karna mereka terjangkit kanker mulut rahim atau kanker serviks” terang Nurwan.

🔥248

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here