Puncak perayaan hari hari jadi kabupaten Majene ke 472, di tandai dengan ritual Massossor Manurung, atau prosesi pencucian benda pusaka kerajaan. Untuk kali ini benda pusaka dari perangkat Adat Adholang peninggalan para leluhur diperlihatkan kepada para tamu yang hadir. Benda pusaka tersebut diantaranya keris, trisula, bendera dan pedang. Sebelum ritual ini dimulai, belasan gadis cantik berbaju adat merah membawakan tarian Pattu’du di panggung utama. Sepuluh menit kemudian puluhan pemangku adat Adholang dari sisi kanan bergerak maju sambil mengarak benda pusaka tersebut. Alunan kecapi hingga suara keke yang sangat khas, menambah sakral mengiringi rombongan pembawa benda pusaka tersebut. Para undangan baik itu dari sisi kanan kiri dan tengah mulai sibuk mengabadikan gambar bahkan mencoba mendekati bibir panggung utama.

Hari Jadi Majene,  Sejumlah Penghargaan Di Berikan

Selain Massossor manurung, ada berbagai acara yang menjadi bagian dari perayaan hari jadi Majene yang ketiga ini. Diantaranya pemberian penghargaan kepada lima tokoh penulis dan budayawan, diantaranya ahli waris Alm. Tahir Husain pencipta lagu mars Majene, Dr. Idham Khalid Bodi penulis / penerjemah Alquran ke bahasa Mandar. Bustan Basir Maras seorang penulis buku, Dr. Abdul Rahman Hamid keynote speakers budaya mandar dan Ahmad Asdi juga penulis buku.

Selain itu dilakukan pula lepas sambut lima peserta pertukaran pemuda antar negara, mereka diantaranya Khairully Yahya yang akan menjadi perwakilan pemuda Indonesia di Kanada, Nandah Nahdiyah perwakilan pemudi Indonesia di negara India, Nurul Musabbiha perwakilan pemuda di Jepang . Majene berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan memborong tiga tempat, dari empat kuota yang dimiliki Sulbar.

Bupati Majene Fahmi Massiara dan Ketua DPRD Majene Darmansyah juga mendapakan pengahargaan dari Harian Radar Sulbar. Penghargaan yang diserahkan langsung oleh direktur utama Radar Sulbar Mustafa Kufung tersebut, sebagai bentuk apresiasi yang dinilai berhasil mengingkatkan derajat kesehatan dan pendidikan di bumi Assamalewuang.

Kapolda Sulawesi Barat Brigjen Pol Nandang juga hadir dalam kesempatan tersebut, kehadiranya tersebut juga terkait penandatanganan aktah hibah dan serah terima lahan SPN. Seperti yang di rencanakan SPN Sulawesi Barat akan  dibangun di kecamatan Malunda.

Tokoh Penting di Hari Jadi Majene

Diperayaan ketiga hari jadi Majene ini, turut di ramaikan para mantan bupati Majene. Mereka diantaranya Kalma Katta, M Darwis, Tajoeddin Noer dan juga perwakilan kelaurga dari almarhum Alim Bachrie. Juga hadir sekertaris provinsi Sulbar Ismail Zainuddin yang mewakili Gubernur Sulawesi Barat, sejumlah pimpinan DPRD Sulbar, para Mara’dia di Majene dan segenap undangan lainya.

Dalam sambutan yang di bacakan melalui bahasa mandar Bupati Majene Fahmi Massiara mengatakan, sebagai ibu kota afedeling mandar Majene merupakan wilayah dengan kejayaan dimasakerajaan lalu.  Hal tersebut terbukti dengan keberadaan Sendana sebagai salah satu kerajaan dengan posisi wakil ketua pada persekutuan dan yang paling penting Sendana merupakan Indo pada persekutuan pitu baqbaq binanga.

Anugrah, Irul, Opie Humas

 

 

🔥500

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here