” Sangging, Makappa anna Malolo “Di Perayaan Hari Jadi Majene Ke 472” Sangging, Makappa anna Malolo “Di Perayaan Hari Jadi Majene Ke 472Anda masyarakat mandar Majene harusnya sepakat dengan penulis, pada selasa 15 agustus lalu yang kita peringati sebagai Hari Jadi Majene ke 472 membawa kita ke atmosfer berbeda dari biasanya. Nuansa mandar yang kental sudah pasti kita rasakan. ASN bahkan para pelajar SD, SMP, SMA juga para pegawai  kantor swasta turut larut dalam perayaan tersebut.

Saat ceremony hari jadi Majene lalu di pendopo rumah jabatan bupati, nuansa cerah dan meriah makin terasa. Sejak pukul 07.00 pagi tamu/ undangan sudah mulai berdatangan satu persatu. Ini bukan perayaan biasa, jadi jangan menggangap semua yang hadir tampil agak berlebihan dengan stylenya. Para tamu wanita sudah pasti datang dengan gaya terbaiknya, ini yang dinamakan kodrat. Selain dengan baju adat pokko’ , me woko’, gallang balle’ kalung emas dan cincin, tak lupa juga banyak yang menggunakan badawara khas seseorang yang baru pulang dari tanah suci. Ini baru tampilan di area tubuh, kecantikan wanita yang paling terlihat secara kasat mata adalah wajah. Untuk persoalan wajah tentu harus di tunjang dengan sapuan makeup yang menonjol. Untuk perkara ini banyak  yang memilih ke salon untuk make up sanggul atau sekedar merias diri di bagian wajah.

 

Menurut ibu Ermy yang juga ASN di sekretariat daerah Majene, sebenarnya ia juga ingin menggunakan jasa makeup di hari jadi Majene, tapi salon – salon yang ada sudah fullbooking. Itupun jika anda sudah mendapatkan janji makeup di salon, anda harus datang jauh lebih pagi. Terpantau di media social, para pengisi acara bahkan harus dimakeup sejak pukul 02.00 dini hari. Ini membuktikan bahwa antusiasme masyarakat Majene untuk tampil menawan di hari jadi Majene sangatlah besar, sekaligus pula memberikan dampak di sisi ekonomi. Jadi ini pelajaran untuk anda semua di tahun depan,  jangan harap bisa mendapat layanan jasa penata rias professional, jika baru akan mencari di H-1.

Tampil allout bukan hanya milik para wanita saja, kaum adam juga tampil menarik dengan setelah jas hitam berikut sokko’ , lipaq sa’be yang dilipat  setengah dan dililit dibagian perut hingga paha. Untuk lebih meyakinkan lagi, banyak juga yang melengkapi diri dengan gayang(keris madar)  yang di sisipkan di area sarung. Masih belum cukup, kacamata hitam yang semakin menambah percaya diri para to makappa’ (ganteng) tersebut.

Mungkin ada yang menganggap ini sedikit berlebihan, atau apa pentingnya mengangkat hal tersebut sebagai sebuah tulisan.  Memperingati hari jadi sebuah daerah wajarlah di kemas dengan cara cara adat pula, mungkin seperti itu maksudnya.  Namun ini Majene, selama 472 tahun kami baru merayakanya di tahun 2015 dan di tahun 2017 ini yang baru yang ketiga kalinya dilaksanakan. Kami, Majene bersuka cita untuk itu. Seperti yang dikatakan Bupati Majene Fahmi Massiara di harian Radar sulbar edisi 15 agustus, bahwa dengan rekam sejarah Majene yang gemilang, tentu Majene di era pemerintahan modern memiliki visi untuk lebih berkembang sejalan dengan kulturnya, yakni memajukan daerah tanpa melupakan kultur” Semoga.

Anugrah, Irul, Opie Humas

🔥943

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here