Pembangunan infrastruktur Sekolah Tinggi Agama Islam Negri ( STAIN) Majene terus dilakukan. Rencanaya di tahun 2018 mendatang, direktorat jenderal pendidikan islam  kementrian agama RI akan kembali menggelontorkan dana sekira Rp 50 Milyar. Dana tersebut akan di alokasikan untuk pembangunan ruang kelas di kampus STAIN Majene, seperti yang di ungkapkan Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama RI,  Professor DR. Phil. Kamaruddin Amin MA saat workshop penyusunan renstra STAIN Majene tahun 2017, 15 september 2017 di hotel Villa Bogor.

Komaruddin juga mengatakan ia sangat tertantang untuk mengembangkan kampus STAIN Majene. Dari   700 Perguruan Tinggi dibawah koordinasi direkrtorat pendidikan islam belum ada 5 persen  yang ia bisa kunjungi. Namun di Sulbar STAIN Majene sudah dua kali ia sambangi. Hal ini kata Komaruddin karna dirinya memiliki kedekatan yang baik dengan Sulbar.” saya merasa di chalenge di Sulbar ini, kalau di kasih tanah lagi untuk pembangunan STAIN kita akan tambah lagi anggaranya” terangnya di hadapan para peserta workshop.

Bupati Majene Fahmi Massiara mengatakan lahan STAIN Majene saat ini telah mencapai 11 hektar. Dengan support dari ditjen pendidikan Islam tersebut,  pemerintah daerah akan berupaya kembali melakukan pembebasan lahan untuk kepentingan kampus. “ jika sekarang luas lahan kampus STAIN Majene 11 hektar, kami upayakan kedepan bisa 20 hektar, kami akan bekerja keras untuk ini” terang Fahmi.

Ia juga menambahkan, untuk alokasi penganggaran sektor pendidikan di APBD sudah mencapai 35 persen, untuk itu ia akan terus berupaya meningkatkan perhatian di sektor pendidikan termasuk berkolaborasi dengan tiap institusi di Indoensia, seperti yang baru-baru ini di lakukan, dengan bekerjasama pihak kepolisian RI khususnya pembangunan SPN Sulbar di kecamatan Malunda.

Sementara itu untuk pembangunan ruang kelas, Ditjen pendidikan agama islam juga akan menerima sekira 10 dosen PNS dan non PNS atau kontrak. Bahkan untuk mengcover kebutuhan tenaga pengajar di STAIN Majene Ditjen pendidikan agama islam akan menerima tenaga dosen sesuai dengan kebutuhan. Hal tersebut penting untuk dilakukan untuk mendukung akselerasi pembangunan STAIN Majene satu hingga dua tahun kedepan.

Tidak hanya itu, program beasiswa doktoral di berikan khususnya kepada 1000 orang pertahun. Hal ini sesuai dengan program mencetak 5000 doktor di lingkup kementrian agama Refublik Indoensia. Sebagai informasi saat ini tenaga dosen dibawah koordinasi kementrian agama RI telah mencapai 32 ribu orang.

🔥653

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here