Distribusi Pendayagunaan Zakat, Infaq, Shodaqah (ZIS) dirangkaikan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 Hijriah Oleh BAZNAS Kab Majene.

Dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan zakat sesuai instruksi presiden nomor 3 tahun 2014 tentang optimalisasi penginputan zakat di kementrian dan lembaga sekretraiat jendral lembaga negara, dan BUMD melalui badan amil zakat. Maka pemerintah kabupaten Majene segera mengambil kebijakan untuk  menyesuaikan pengelolaan zakat dengan UU no 23 tahun 2011. Dimana dalam kebijakan tersebut akan di efektifkan di awal tahun 2018 mendatang. Semua ASN, anggota legislatif, BUMD/BUMN yang sudah kategori muzakki akan di ikutkan sebagai sponsor dalam zakat profesi. Tentu saja kebijakan tersebut tetap berlandaskan keikhlasan para wajib zakat juga dengan catatan setelah penghasilan yang diterima telah mencukupi nizab dan haulnya.

Bupati Majene Fahmi Massiara yang selaku dewan Syariah mengatakan dalam waktu dekat ini pemerintah akan mengeluarkan edaran, dimulainya pembayaran zakat dengan memberdayakan unit pengumpulan zakat (UPZ). Olehnya itu OPD dan unit kerja lainya yang belum membentuk UPZ sebagai perpajangan tangan BAZNAS diharapkan segera merampungkan pembentukan UPZ di OPD masing-masing. ” kita akan mulai mengedarkan ke masing-masing OPD terkait pemberdayaan UPZ , saya harapa masing-masing OPD segera membentuk UPZ sebagai perpanjangan panjang BAZNAS” terang Fahmi saat acara distribusi
pendayagunaan zakat, infaq, shodaqah, dirangkaikan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 Hijriah Oleh BAZNAS Kab Majene di pendopo rujab bupati 12 desember kemarin.

 

Sementara itu distribusi zakat yang tersalur oleh BAZNAS Majene berjumlah Rp 96 juta rupiah, yang di berikan kepada 93 kelompok. Penerima diantaranya penyelelesaian studi 47 orang, kube penjahit 3 kelompok, kube pertukangan 8 kelompok, kube perbengkelan 2 kelompok, kube nelayan 5 kelompok, kube operasi, kelapa dan jualan 4 kelompok, madrasah /pesantren 3 buah, TPA 11 buah dan masjid 6 buah.
Dari total anggaran tersebut masing-masing di rinci, untuk penyelesian studi Rp. 25 juta, kube ekonomi lemah Rp.52 juta, madrasah/pesantren Rp.4.500.000, TPA Rp. 5.500.000, dan masjid Rp.9 juta .

Untuk bantuan langsung bagi korban bencana kebakaran di Pallang-pallang yang menhabiskan 3 rumah, di kelurahan Pangaliali dan lingkungan camba masing-masing 1 rumah. Organisasi keagamaan, kegiatan pentas PAIS oleh guru-giri PAIS Disdikpora, keluarga sakit dan meninggal, dan kegiatan di kementrian agama.Sumber dan tersebut merupakan infaq ASN di Majene , dimana untuk golongan tertentu di potong Rp. 15 ribu per orang, Rp 10. ribu hingga Rp. 5 ribu.

 

🔥160

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here