Bulan Ramadhan dan tradisi masyarakat setempat, merupakan hal yang tidak bisa di pisahkan. Tradisi itu tetap di pertahankan bukan hanya karna merupakan kebiasaan yang sudah berlangsung sejak dahulu, namun hal itu dianggap memiliki hal positif yang patut dilanjutkan ke generasi selanjutnya.

Ada banyak tradisi masyarakat di indonesia selama pelaksanaan bulan suci Ramadhan. Seperti pelaksanaan sholat tarwih diberbagai daerah, membaca Alquran dengan ukuran raksasa , tradisi “nyandaran” di pulau jawa, “malamang” di Minangkabau, “megibung” di Pulau Bali dan masih banyak lagi.

Lalu bagaimana di tanah mandar sendiri?, ada pelaksanaan sholat tarwih, membangunkan sahur, tradisi membakar solung/”pallang-pallang  (sejenis lilin yang terbuat dari kemiri dan kapas), salah satu tradisi yang juga mendapat perhatian khusus masyarakat yakni tradisi “Mallekor” atau makan malam bersama usai melaksanakan sholat tarwih berjamaah di Masjid.

Seperti yang terlihat di Mesjid Miftahul Hikmah di Lingkungan Ka’loli Kel. Tande Timur, Kec. Banggae Timur. Tradisi tersebut selalu di pertahankan hingga ramadhan kali ini. Masyarakat setempat membawa makanan yg dihantar ke Masjid secara swadaya. Sajian makanan berupa olahan kambing yang sengaja di sembeli untuk disuguhkan kepada para tamu dan jemaah yang ikut serta.

Bupati Majene Fahmi Massiara yang turut hadir, mengatakan Mallekor merupakan tradisi yang sudah turun temurun dilaksankan di Lingkungan Ka’loli. Semenjak ia menjadi camat di Banggae Timur hampir setiap Malam 16 Ramadhan ia menyempatkan untuk hadir.
Fahmi menjelaskan tradisi tersebut harus tetap dipertahankan agar warga Ka’loli tetap memiliki semangat dalam beribadah di bulan Ramadhan.” Mallekor itu bermakna Ramadhan sudah berada diatas puncaknya, sebentar lagi akan menurun, dalam tradisi ini merupakan pemompa motivasi juga semangat warga Ka’loli dengan cara makan malam bersama seusai Shalat Tarwih berjamaah di mesjid” sebut Fahmi.

Ia juga mengatakan berdasarkan pengalaman yg lalu, setiap memasuki malam 15 ramadhan keatas maka penghuni mesjid jg semakin berkurang dalam melaksanakan shalat tarwih berjamaah.

Di kesempatan itu, Bupati Majene bersama ketua TP PKK Majene juga menyerahkan bantuan berupa Al Quran dan sajadah kepada pengurus mesjid Miftahul Hikmah.

Sementara itu penceramah sholat tarwih dibawakan oleh Ustads Naim, S. Ag, yang memembahas tentang penting & faedah melaksanakan ibadah shalat tarwih.

Selain Bupati Majene, turut hadir ketua TP PKK Majene Fatmawati Fahmi & Ang DPRD Prov Sulbar Itol Tonra, Jamaluddin R, beberapa pimpinan OPD diantaranya Kadis PTMTSP, Kadis. Litbang, Kadis. Sosial, Ka. Kemenag dan camat Banggae Timur.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here