Upacara Bendera Hari Senin 9 Juli 2018 Tingkat Pemerintah Kabupaten Majene.
Bupati Majene Fahmi Massiara menjadi pembina upacara bendera hari senin 9 juli 2018, dihalaman kantor bupati jalan gatot subroto Majene. Beberapa hal yang disampaikan bupati diantaranya menyoroti kehadiran para ASN mengikuti upacara bendera, yang dinilai tidak maksimal. Kemudian pelaksanaan program kegitan tahun 2018 yang telah melewati semster awal. Fahmi berharap apa yang telah dilaksanakan selama 6 bulan lalu,  agar tetap  dimonitor kembali oleh pimpinan OPD.” Kita harus tahu kinerja OPD nya, dinamis atau stagnan kita akan laksanakan Monev nanti, semua laporan kemajuan dari semua OPD dan  perkembangan kegiatan dikantor masing-masing terkait dengan pembiayaan” terangnya di hadapan ASN yang hadir.

Tidak lupa mantan camat Banggae Timur ini juga membeberkan informasi terkait perkembangan Participating Interest (PI) blok sebuku yang sedang di perjuangan kabupaten Majene. Fahmi menjelaskan ada kemajuan yang baik dari proses tersebut. Usai menemui Wapres Jusuf Kalla yang di fasilatisi pejabat tinggi negara di Jakarta, ada angin segar yang di peroleh. Tidak lama lagi katanya,  akan ada keputusan tertulis yang tetap berpegang pada hasil MOU di Istana Wapres 2015 silam.”  Hampir satu minggu saya  tidak di Majene, semua itu karna kita berjuang untuk kemajuan daerah kita & alhamdulillah, ada kemajuan yang baik mudah-mudahan dalam tempo singkat sesuai yang kita harapkan bersama” jelasnya.

 

Terkait dengan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang di raih Majene 3 kali berturut – turut untuk LKPD tahun 2017 ini, Fahmi juga mengatakan opini WTP tersebut, merupakan upaya dan kerja keras semua pihak. Catatan yang  telah dikemukakan oleh kepala BPK kemarin,  diharapkan kepada Inspektur untuk menindak lanjuti harapan & catatan tersebut. Fahmi meningatkan untuk menjaga kebersamaan, jangan sampai mengulang  kesalahan yang sama dan tetap mengikuti acuan yang ada. “ikuti acuan yang telah ditetapkan jangan menyalahi karna semua kena, harapanya kita bisa mempertahankan WTP tanpa catatan” ungkap Fahmi.

Di akhir penyampaianya, ia juga menyinggung penataan honorer untuk menjadi pegawai kontrak daerah dan PTT. Ia menghimbau agar proses seleksi yang dilaksanakan akan berjalan dengan baik, dan mengharapkan kepada pimpinan OPD untuk tidak lagi menerima tenaga honorer di wilayah kerjanya mengingat, jumlah honorer kabupaten Majene telah mencapai 4000 orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here