Pencanagan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang Desa) Tahun 2018.

Meski hampir setiap tahun pemerintah pusat menaikkan Alokasi Dana Desa (ADD) ke daerah. Namun dana desa yang selama ini menjadi salah satu upaya menggerakan kesejahteraan di desa hanya bersifat stimulan dan tidak ada jamina dana desa akan ada secara terus – menerus. Untuk itu keberadaan DD perlu di jadikan evaluasi terkait dengan efektifitas penggunaan dana desa. Termasuk dengan berinvoasi juga mengeksplor setiap potensi desa melalui BUMDES sehingga akan mendatangkan PAD bagi desa secara berkelanjutan.  Apalagi lagi kemampuan APBD yang terbatas. Tidak semua program kegiatan yang di usulkan oleh masyarakat pada setiap tahunya melalui musrenbang dapat di akomodir.

“ dana desa itu sifatnya stimulan tidak ada jaminan dana desa akan ada terus, jadi dalam perencanaan penggunaan anggaran desa sudah harus membuat konsep perencanaan yang sifatnya dapat mendatangkan pendapatan asli desa yang dapat berkelanjutan” terang Fahmi saat pencanagan musyawarah perencanaan pembangunan desa (Musrenbang Desa) Tahun 2018 6 agustus 2018 di ruang pola kantor bupati .

Fahmi juga megajak desa untuk berinovasi dengan memahami kondisi dan menggali potensi masing-masing desa untuk dapat di eksplor menjadi sebuah produk unggulan atau objek wisata  yang membanggakan. Ia juga berharap kepada camat sebagai perpanjangan tangan bupati, agar terus mengawal dan mengoptimalknan pembinaan dan pemantauan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa terkhusus untuk penyusunan perencanaan desa.

Khusus bagi kepala OPD agar berperan aktif melakukan langkah-langkah pendekatan dan komunikasi secara intens terhadap pemerintah desa untuk sinkronisasi perencanaan pembangunan antar pemerintah kabupaten Majene dengan pemerintah desa sehingga tidak terjadi lagi program kegiatan yang tumpah tindih.  Melalui sinkronisasi tersebut di harapkan target-target pembangunan dapat terealisasi dengan dukungan sumber dana APBDesa.

Dikesempatan itu, para kepala desa juga diberikan kesempatan untuk memaparkan pengelolaan BUMDES yang telah berjalan. Umumnya, para kepala desa bersama warga mengelola BUMDES diberbagai sektor diantaranya pariwisata, pertukangan, perbengkelan hingga homeindustri. Penuturan kepala desa Bukit Samang A. Gunawan pengelolaan BUMDES terlihat pada pengelolaan tempat wisata Bukit Pelangi. Gunawan mengatakan, dalam satu minggu tempat wisata tersebut dikunjungi lebih dari 500 pengujung. “ rata rata pengujung yang datang setiap minggu mencapai 500 orang, alhamdulilah saat ini harga tiket pesona bukit pelangi untuk dewasa sebesar Rp.15 ribu dan  anak anak Rp.10 ribu” terangnya.

Kepala Desa Binanga juga mengelola BUMDES disektor  pariwisita melalui pengelolaan hutan mangrove seluas 60 Ha. Ia menuturkan karcis dipungut Rp.2000 untuk semua umur.  Bakan beberapa universitas terbesar di Indonesia seperti Trisakti dan UGM sudah mengujungi pengelolaan hutan Mangrove. Juga dari negara lain seperti Amerika Serikat dan juga Belgia.

Hadir dalam acara tersebut, Staf Ahli Bupati Majene, para pimpinan OPD, kepala Desa se Kabupaten Majene.

   i

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here