Penutupan TMMD ke 102 Tingkat Kabupaten Majene

Wakil bupati Majene Lukman turut menghadiri penutupan TNI Mangunggal Membangun Desa (TMMD) di lapangan Tassianara kecamatan Malunda 8 Agustus 2018. Wabup di dampingi sekertaris daerah Arifuddin, bersama camat dan beberapa pimpinan OPD terkait.

Lukman mengaku bersykur dengan selesainya program tersebut. Ia mengaku sangat terbantu dengan program tersebut karna telah membantu pemerintah daerah dalam menhadirikan pembangunan infastruktur di daerah terpencil termasuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.

TMMD ke 102 tingkat kabupaten Majene dilaksanakan dari tanggal 10 juli hingga 8 agustus 2018 yang di pusatkan di kecamatan Malunda. Ada dua jenis  program yang menjadi fokus kegiatan, seperti kegiatan fisik dan nonfisik. Kegiatan fisik diantaranya perintisan jalan sepanjang 2.450 M x 5 M yang menghubungkan Batu Susun Desa Bambangan dengan Desa Salutahongang kecamatan Malunda. Pembuatan jembatan 1 unit 20 X 3 M di desa Salutahongang  kecamatan Malunda  dan pembuatan duicker sebanyak 4 buah. Untuk non fisik non fisik, penyuluhan tentang KB, Narkoba, Hukum, Bela Negara dan lainya.

Komandan Korem (Danrem) 142 Taro Ada Taro Gau (Tatag), Kolonel Inf Taufiq Shobri memimpin upacara penutupan TMMD ke 102. Dikesempatan itu ia turut membacakan sambuatan tertulis staf angkatan darat penagung jawab operasi TMMD. Ia mengatakan, program TMMD berperan untuk menggelorakan gotong royong, cinta tanah air,  wawasan kebangsan khususnya bagi  generasi milenial, sesuai dengan tema” manungal karakkter generasi milenial”.

Program TMMD sebut Taufiq Shobri, sebagai triger atau pemicu semangat kebersamaan dan persatuan dimasyarakat. Hal tersebut penting untuk menjaga kekebalan, imunitas bangsa dalam menangkis isu isu disintergasi / perpecahan bangsa. Untuk menjaga silaturhami dengan masyarakat TNI yang terbung dalam personil TMMD diwajibkan untuk tidur di rumah  dan  makan bersama warga. Sejarah menunjukan, bahwa TNI dan Rakyat memiliki sejarah dalam perjuangan kemerdekaan. “para satgas kami wajibkan untuk tidur di rumah dan makan bersama masyarakat dengan menggunakan dana ULP yang dibagikan komando atas” ia menlanjutkan sejarah menunjukan TNI dan Rakyat  berjuang bersama rakyat dan sampai kapan pun roh TNI adalah rakyart dan sampai kapan pun roh TNI adalah rakyat .

Upacara penutupan TMMD ke 102 di hadiri pejabat lingkup TNI hasanuddin, pimpinan OPD, para camat, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan tokoh organisasi kemasyarakat.

Penutupan TMMD ke 102 kabupaten Majene di tandai dengan penyerahan alat alat pertanian kepada warga dan pendatanganan serah terima hasil pelaksanaan TMMD kepada setda Majene.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here