Pelatihan Tentang Penerima Bantuan Sarana dan Prasarana Perikanan.

50 nelayan dikabupaten Majene mendapat kesempatan mengikuti pelatihan penerima bantuan sarana dan prasarana perikanan yang dilaksanakan di Hotel Abrar senin 22 oktober 2018. Pelatihan tersebut dilaksanakan Dinas Kelautan dan Perikanan Kab Majene menindak lanjuti  Perbub no 18 tahun 2017 tentang pedoman dana hibah dan sosial yang didalamnya mencakup regulasi bantuan sarana dan prasana perikanan. Ichwanti Kadis Kelautan dan Perikanan Majene menjelaskan pelatihan tentang penerima bantuan sarana dan prasarana perikanan akan membantu masyarakat memiliki sarana perikanan yang memadai, khususnya dalam mengelola usaha dan meningkatkan pendapatan dari produksi di sektor perikanan. “ nelayan dipesisir Majene kita harapkan bisa mandiri dengan pendapatan yang terus meningkat” jelasnya.

Ichwanti juga menyebutkan, potensi perikanan di kabupaten Majene masih sangat besar namun belum di maksimalkan dengan baik. Potensi perikanan di perairan Majene mencapai 18 ribu ton perkapita pertahun, sementara yang termanfaatkan baru 6500 ton pertahun. Ia merinci potensi tangkap untuk jenis budidaya tambak sebanyak 15 ribu hektar sementara yang dikelola hanya 750 hektar. “ Kendala utama kita ada di sarana dan prasarana perikanan, semoga dengan pelatihan ini akan banyak memberikan informasi, bagaimana kriterianya,  prosedurnya juga kelembagaan “  sebutnya.

 

Bupati Majene Fahmi Massiara yang membuka kegiatn itu mengatakan kedepan banyak program di sektor perikanan yang cukup menjanjikan salah satunya investasi dari luar negri. Saat ini para nelayan juga mengetahui peranannya sejauh mana, jika tidak mengerti bertanya kepada pihak-pihak terkait. “ yang penting juga penguatan identitas nelayan melalui kartu nelayan, ini seperti sim kalau ada bantuan bisa mendapapat, kalau tidak ada itu yang tidak bisa” ungkapnya.

 

🔥141

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here