Indentifikasi Potensi Spesifik Kabupaten Majene Berdasarkan Indikasi Geografis

Pemerintah kabupaten Majene menggelar pertemuan indentifikasi potensi spesifik berdasarkan indikasi geografis rabu 7 november 2018. Acara tersebut di gelar di ruang wakil bupati Majene, yang turut menghadirkan narasumber dari Kemenkum HAM RI provinsi Sulawesi Barat. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk mengkaji potensi Indikasi geografis yang merupakan suatu tanda atau menunjukkan asal barang atau prodak sesuai lingkungan geografis. Termasuk faktor alam, manusia untuk memberikan reputasi dan kualitas, serta karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan.

 

Narasumber dari Kemenkum HAM RI Sulbar Sri Yuliani mengatakan tidak banyak pemerintah daerah yang merespon kekayaan intelektual yang dimiliki, padahal Kementrian Hukum dan HAM terus berinovasi dengan memberikan pelayanan sesuai dengan tupoksi yang dimiliki. Termasuk menyediakan aplikasi online untuk memudahkan proses pendaftaranya. “kami sangat berterima kasih dengan pemerintah kabupaten Majene yang merespon positif, kami terus berupaya berinovasi sesuai dengan tupoksi kami, dan ini bukan hanya berindikasi lokal dan nasional tapi mendunia” jelasnya.

Pemerintah pusat kata Sri ingin menggenjot kepemilikan kekayaan intelektual ini disetiap daerah, untuk itu kami memohon partisipasi setiap pemerintah daerah untuk memfasilitasi para pelaku usaha, kelompok pengrajin disetiap daerah, karna  nantinya akan berdampak pada perekonomian masyarakat desa. Sri mencontohkan jika ada turis asing yang berkeinginan mencari prodak khas, maka akan terlihat dari dokumentasi di daerah mana yang akan di kunjungi. Meski demikian proses pendaftaran prodak cukup memakan waktu hingga dua tahun, bahkan sebelum adanya perubahan regulasi bisa memakan waktu hingga 3 tahun. “ jadi memang memakan waktu dan sangat pelik, butuh keseriusan dan kami sangat membuka diri untuk hal ini” ungkapnya.

Wakil Bupati Majene Lukman yang turut membuka acara tersebut mengatakan, indentifikasi potensi spesifik yang dilaksanakan tersebut, akan memunculkan produk unggulan yang bedasarkan potensi indikasi geografis dari kabupaten Majene. “ pertemuan ini sangat bermanfaat bagi kami, semoga kedepanya prodak asli Majene bisa ditampilkan sebagai prodak yang masuk dalam kekayaan intelektual” terangnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Bappeda Majene,  staf ahli bidang ekonomi pembangunan dan keuangan, asisten bidang ekonomi pembangunan dan kesejahteraan rakyat, pimpinan OPD terkait, dan para pelaku usaha.

🔥17

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here