Pembukaan Sekolah Lapang Geofisika Kab. Majene”Siap dan tanggap Informasi Gempa Bumi & Tsunami”. Stasiun Geofisika Kelas II Gowa

Edukasi kepada masyarakat sekaitan dengan bencana alam, salah satunya adalah dengan tanggap terhadap informasi. Pemberitahuan dini terkait kondisi alam yang merujuk pada potensi bencana alam memang menjadi kewenangan BMKG, namun hal tersebut tidak lantas menjamin ke akuratan informasi yang ada, untuk itu masyarakat tetap di harapkan tanggap informasi darurat bencana demi meminimalkan dampak bencana alam  di sekitar kita. Hal ini pula lah yang menjadi tujuan pembukaan Sekolah Lapang Geofisika Kab. Majene oleh Stasiun Geofisika Kelas II Gowa yang dilaksanakan Senin -Selasa  29- 30 April 2019 di Aula Hotel Villa Bogor Majene.

Sekolah lapang geofisika ini menjadi wadah bagi BMKG dan BPBD untuk saling berkoordinasi menguatkan peran masing-masing dalam upaya pengurangan resiko bencana gempa bumi BPBD sebagai ujung tombak dari penyebarluasan informasi gempa bumi di daerah.  Selain  itu, UPT geofisika BMKG sebagai perwakilan BMKG di daerah hendaknya mampu membantu BPBD memberikan pemahaman yang benar atas informasi yang dikeluarkan oleh BMKG. “bila pelatihan dan sosialisasi dilakukan secara rutin maka masyarakat kita akan sigap & tanggap terhadap bencana” ungkap Kepala Pusat Seismologi Tekhnik dan Tanda Waktu BMKG Bambang Setiyo Prayitno.

Kepala Stasiun Geofisika Gowa Gandamana Matondang mengatakan untuk menguatkan peran UPT geofisika sebagai perpanjangan tangan BMKG pusat, yang berperan aktif dalam memberikan pemahaman yang benar mengenai rantai peringatan dini Tsunami dan produk peringatan dini tsunami kepada BPBD sebagai institusi interface. Juga untuk menguatkan peran BPBD sebagai simpul utama peringatan dini Tsunami di daerah dalam memberikan informasi dan arah yang benar kepada masyarakat dan SKPD terkait atas peringatan dini tsunami.

 

 

Bupati Majene Fahmi Massiara berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada BMKG yang berkenan untuk bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Majene dalam segala unsur yang terkait untuk menyelenggarakan sekolah lapang geofisika tahun 2019 di Kabupaten Majene.

Kabupaten Majene memang dianggap sebagai daerah yang rawan gempa dan tsunami. Sebelumnya pernah terjadi pada Tahun 1969 lalu. “  menurut teori, lempengan dibumi ini yang selalu bergeser, namun semua itu kembali berpulang kepada pemahaman masing-masing, supaya kita tetap berdo’a kepada Allah SWT untuk diberi keselamatan” sebut Fahmi.

BPBD yang menangani persoalan ini juga tanggap dalam menangani persoalan bencana,  pada jumat kemarin telah di lakukan simulasi Gempa & Tsunami. Hal tersebut  dilakukan untuk mengedukasi masyarakat, bukan bermaksud untuk menakut nakuti, namun berharap agar kita semua dapat tanggap terhadap bencana yg terjadi.

Acara tersebut juga di hadiri, Kepala Balai Besar BMKG Wilayah IV, Darmawan, Kepala Stasiun Geofisika Gowa, Gandamana Matondang, Kepala Stasiun Meteorologi Majene Agus, Sekretaris BPBD Majene, Camat Banggae Timur, Lurah Baurung , Lurah Pangali Ali dan 32 peserta lainya.

 

🔥112

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here