Launching Kawasan Pertanian Terpadu Wujud Sinergitas Pemerintah Desa Bonde Bonde dengan Dinas Pertanian, Peternakan & Perkebunan Kab. Majene
Di Bukit Teletabis, Dusun Camba Raya, Desa Bonde Bonde Kec. Tubo Sendana.

Untuk kedua kalinya, kawasan pertanian terpadu di buka di Kecamatan Tubo Sendana. Setelah desa Tubo, kini  giliran desa Bonde-Bonde yang membukan kawasan pertanain baru seluas 4 hektar dengan memanfaatkan lahan tidur atau tidak produktif menjadi lahan pertanian baru. Bupati Majene bersama pemerintah Desa Bonde-Bonde, dan undangan lainnya melaunching kawasan pertanian terpadu tepatnya di Bukit Teletabis, Dusun Camba Raya, Desa Bonde Bonde Kec. Tubo Sendana jumat 12 Juli .

Pembukaan lahan tersebut merupakan wujud sinergitas pemerintah desa Bonde – Bonde dengan Dinas Pertanian, Peternakan & Perkebunan Kab. Majene (Distanakbun) yang juga merupakan proyek perubahan peserta Diklatpim atas nama Ahmad, SP, M.Ma.

Kades Bonde Bonde Nuruddin mengatakan, kegiatan tersebut  juga menggunakan anggaran Dana Desa. Melalui Distanakbun yang telah memfasilitasi pembukaan & pengolah lahan terpadu, dengan mengolah seluas 4 Ha. “ untuk saat ini telah ditanami hortikultura berupa kacang hijau dan telah dipagari” ungkapnya.

 

Kadistanakbun Majene Burhan, mengatakan pengembangan kawasan pertanian & peningkatan produksi pertanian merupakan kegiatan ekstensifikasi. “ ini sudah dua kali dibuka, semenjak pencetusan revolusi hijau” sebutnya.

Kadis. Tanaman Pangan, Hortikultura & Peternakan Sulbar Tanawali yang turut hadir juga mengatakan, pembukaan lahan baru akan mendongkrak produktifitas dan kehidupan para petani,. “saya sangat bangga karna disini sudah dua kali dibuka lahan dan satu-satunya di Sulbar, ia juga kagum dengan adanya program revolusi hijau yang ada di Majene” Ia menambahkan secara umum pertanian di Majene sudah diatas rata-rata dan ia berharap bisa menjadi yang tertinggi di Sulbar.

Bupati Majene Fahmi Massiara mengatakan, untuk optimalisasi sistem pertanian,  pemerintah telah memberikan rangsangan kepada para petani dan juga kepada Kades agar menjadikan lahan tidur menjadi lahan yg produktif dan menjadi hijau, sejuk serta berpenghasilan.

Ia juga mengatakan, di Majene para petani awalnya lebih memilih tanaman keras seperti kemiri, kakao, cengkeh & kelapa. Namun dewasa sudah banyak yang tertarik mengembangkan tanaman jangka pendek, yang  membutuhkan perawatan yang ekstra. “ Disinilah dibutuhkan kepiawaian dari PPL untuk dapat mengarahkan kepada para petani kita semua” terang Fahmi.

Dalam acara tersebut juga dilakukan  penyerah bantuan berupa Hand Tracktor dari Bupati Majene kepada Kades. Bonde Bonde .

 

🔥0

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here