Diseminasi Wajib Pungut Pajak Kab. Majene Hotel Restorant & Hiburan dan Penyerahan Alat MPOS Machine Payment Online System.

Sebagai tindak lanjut dari MoU Pemerintah Kabupaten Majene Bank Sulselbar, dan Direktorat Jenderal Pajak (djp) Sulbar beberapa sekaitan dengan upaya memaksimalkan penerimaan melalui pajak, di gelar diseminasi bagi wajib pajak restoran, Selasa 16 Juli 2019 di ruang wakil bupati Majene. Kegiatan tersebut juga merupakan rencana aksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia yang juga telah memberikan batas waktu s/d 24 Juli 2019. Plt. Kepala Bapenda Djasuli Muchtar mengatakan, sebelumnya juga telah dilakukan Bimtek terhadap Wajib Pungut Pajak Dalam rangka optimalisasi wajib pungut pajak ditempat yang sama.

Bupati Majene Fahmi Massiara yang turut hadir menjelaskan saat ini pencegahan tindak pidana korupsi tidak lagi hanya mengarah pada sektor pengeluaran atau belanja negara, atau belanja daerah, namun juga mengarah pada sektor penerimaan negara atau penerimaan daerah.

Pajak restoran sebagai bagian dari Pajak yang dipungut oleh Pemda telah diamanatkan dalam undang-undang nomor 28 tahun 2009, sehingga penting untuk mengoptimalkan pemungutan pajak dari sektor pajak restoran. Optimalisasi penerimaan dari sektor pajak restoran sangat ditentukan oleh peran aktif dari seluruh stakeholder. Sehingga Pemda Majene sangat terbantu termasuk peran serta Bank Sulselbar sebagai penyedia alat perekaman transaksi elektronik berupa Machine Payment On System (MPOS) yang akan diserahkan secara cuma-cuma kepada para pengusaha restoran Rumah Makan, Warung ataupun Cafe.

 
Fahmi berharap kerjasama yang baik dari para pengusaha restoran, rumah makan, warung ataupun Cafe, untuk membantu mensukseskan program ini. “ alatnya akan dibagikan secara gratis, pemeliharaan mesin perekam yang akan dipasang nanti, jika ada kerusakan yang diakibatkan oleh kesengajaan akan menjadi tanggung jawab para pengusaha” ungkap Bupati.
Ia juga mengatakan Pemilik Warung, Cafe & Rumah Makan, agar tidak sembunyi-sembunyi dalam hal penyetoran pajak. Hanya  10% dari harga makanan & minuman.” yang bayar kan  konsumen, yang makan / minum, jadi bukan pemilik warung yang bayar” sebutnya.

Rencananya launching akan dilaksanakan di Cafe Cilacap, selanjutnya semua Warung, Cafe & Rumah Makan. Setelah itu disusul Hotel, Penginapan dan sebagainya.

Acara dilanjutkan dengan Penyerahan secara simbolis alat MPOS Machine Payment Online System, dari Kepala Bank Sulselbar Majene kepada Bupati Majene. Selain Bupati Majene, turut hadir Wakil Bupati Majene, Kajari Majene, Wakapolres Majene, Plt. Ka. Bapenda, Plt. Ka. Inspektorat, Ka. Bank Sulselbar Majene, Para Pemilik Warung, RM & Cafe.

 

 

🔥90

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here