Rakercab & Diklatcab BPC. HIPMI Kab. Majene 2018 – 2021 dan Seminar Kewirausahaan.

Bupati Majene Fahmi Massiara berbicara tentang peluang usaha yang saat ini tidak lagi dibatasi oleh  seseorang yang harus mem back up dibelakang.  Menurutnya para pengusaha  harus jeli dan piawai melihat kondisi dan situasi di lingkungan tersebut. Dewasa ini dunia usaha sudah didominasi oleh kaum milenial atau kaum muda seperti  pemilik Facebook, Gojek & Youtubers. Rata rata semua berawal dari muda yang mempunyai keinginan dan jiwa bisnis yang sangat kuat. Namun tak perlu  berbicara terlalu jauh keluar, katanya cukup dalam skala kecil di wilayah  Majene. Bisa dengan pengembangan perikanan tuing-tuing yang saat ini banyak dipasarkan di Daerah Sendana. Pengembangan produk lokal, bukan hanya dijadikan tempat wisata kuliner semata, tapi  dibuat  menjadi produk yang dipasarkan ke seluruh Nusantara bahkan sampai ke seluruh dunia. “ anggota Hipmi bisa melihat peluang itu, pengembangan produk lokal, bukan hanya dijadikan tempat wisata kuliner semata, tapi  dibuat  menjadi produk yang dipasarkan “ ungkap Fahmi saat mengadiri Rakercab & Diklatcab BPC. HIPMI Kab. Majene 2018 – 2021 dan Seminar Kewirausahaan, yang di laksanakan di ruang pola kantor Bupati Majene Jumat 6 September 2019.

Fahmi berharap kedepannya para anggota Hipmi bisa memasuki semua lini usaha yang dapat dikembangkan di Kabupaten Majene khususnya.

 

Panitia Pelaksana Rahmat Hidayat mengatakan Diklatcab ini mengambil tema Sinergitas Pengusaha Muda Perbankan dan Pemerintah Daerah Dalam Meningkatkan Perekonomian Daerah. Hal tersebut dimaksudkan  agar kedepan dapat menjadikan Hipmi sebagai mitra strategis dalam mewujudkan Visi Misi Pemerintah dalam mewujudkan Majene MP3 Majene Profesional, Produktif & Proaktif.

Ketua BPC. HIPMI Majene M. Irfan Pasewang juga mengatakan dengan tema tersebut pihaknya akan banyak menerima masukan dari beberapa pengusaha dan juga pemerintah daerah yakni Bupati Majene. Selain itu ia juga berharap kedepannya akan diberikan kemudahan dalam hal perizinan .“ Kami juga berharap kepada pengurus BPC. Hi pmi dapatmenerima masukan dari Pemerintah Daerah  serta  merumuskan program kerja BPC Hipmi kedepannya” ungkapnya.

Ketua BPD Hipmi Sulbar Jupri Mahmud menyebutkan Majene memiliki potensi yang cukup besar dibidang kelautan,  termasuk potensi pertanian dalam hal ini produksi kakao yang cukup besar dan juga geliat usaha cafe di Majene. Hal tersebut merupakan peluang usaha dan memberikan nilai tambah, sehingga akan dapat menghasilkan nilai usaha yang cukup signifikan.

Menghadapi revolusi 4.0 yang saat ini sudah masuk dan merambah dituntut untuk bisa lebih maksimal melalui pendidikan, pelatihan ataupun seminar. Apalagi  memasuki arena pasar bebas, maka persoalan ketenagakerjaan menjadi tantangan agar bisa menjadi tuan rumah dinegeri sendiri dengan Iptek.

Ia juga menceritakan, tahun lalu  34 BPD Hipmi se Indonesia, diundang ke Istana Negara dan sempat makan siang bersama Presiden. “ada sedikit arahan yang dapat kami tangkap, bahwa Paket pekerjaan dibawah Rp. 50 Milyar itu seyogyanya diberikan kepada pengusaha lokal “ ungkapnya.

Hadir dalam acara tersebut Bupati, Ketua BPD Hipmi Sulbar Jupri Mahmud, Ketua BPC Hipmi Majene, M. Irfan Pasewang, SE, Kadis. Koperindag Mewakil Kadisnakertrans, unsur Perbankan Majene dan undangan lainnya.

🔥25

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here