Semiloka Study Longitudinal 1000 HPK dan Publikasi Data Stunting Sebagai Penguatan Pergerakan Intervensi Desa lokus Stunting di Kab Majene.

Upaya penurunan Prevelensi stunting secara konvergesi telah dilaksanakan sejak tahun 2017 hingga kini. Menurut data, angka prevalensi stunting berada di 43,8 % di Tahun 2017, lalu sempat menurun ditahun 2018 yaitu,  40,37 %, kemudian naik dua persen di tahun  2019 yaitu 42,5 %. Meski demikian, data tersebut jangan sampai membuat pesimis,  dan patah semangat, sehinga tidak berbuat sama sekali. Perlu  penanganan yang komprehensif dan terintegrasi,  mulai dari kebijakan yang spesifik pada sektor kesehatan hingga yang pada semua sektor terkait. Hal ini dikatakan Bupati Majene Fahmi Massiara saat membuka Semiloka Study Longitudinal 1000 HPK dan Publikasi Data Stunting Sebagai Penguatan Pergerakan Intervensi Desa lokus Stunting di Kab Majene. Selasa 3 Desember 2019, bertempat di ruang pola Kantor Bupati Majene.

 

Ia menekankan penerepan kebijakan harus dilakukan dengan strategi bertahap dan terencana. Mulai dari komitmen dan kerjasama antar pemangku kepentingan, mempercepat pelaksanaan gerakan 1000 HPK, serta meningkatkan efektifitas dan pembiayaan, serta tahap akhir dengan memperluas pelaksanaan dan memelihara kesinambugan kegiatan untuk mencapai indikator hasil yang telag di sepakati.

Fahmi menghimbau agar dalam upaya perbaikan gizi disektor kesehatan efeknya bisa berdampak cukup besar pada percepatan perbaikan gizi dan penurunan angka stunting. Selain itu, Fotifikasi pangan, ketahanan pangan dan kampanye gemar ikan, keluarga berencana, jaminan kesehatan nasional, pendidikan anak usia dini, perlindungan sosial, penyediaan air bersih dan sanitasi, pengentasan kemiskinan melalui PKH, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. “ semoga bermunculan kegiatan seperti intervensi sensitif lainnya, dan menjadi kolaborasi yang efektif dan berkesinambungandalam upaya memperbaiki gizi dan penurunan angka stunting” terangnya.

Menurut ketua panitia, tujuan penguatan pergerakan intervensi stunting  dilaksanakan di tingkat Desa/Kelurahan. Selain itu, upaya intuk meningkatkan status gizi masyarakat (balita) melalui pergerakan lintas program dan lintas sektor yang dibuktikan dengan menurunnya persentase stunting melalui intervensi pelaksanaan gerakan 1.000 HPK.

Selain Bupati Majene, pimpinan OPD terkait, narasumber yang di hadirkan dati Tim ahli fakultas kesehatan masyarakat Universitas Hasanuddin Prof DR, dr Abdul Razak Thaha M.Sc.

🔥68

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here