Semakin meningkatnya kebutuhan  ruang sebagai wadah kegiatan pembangunan di daerah dipengaruhi  jumlah dan jenis kegiatan pembangunan. Untuk mencegah terjadinya ketidaksinkronan dalam implementasi pemanfaatan ruang sesuai Perda Nomor 12 tahun 2012 tentang RTRW Kabupaten Majene 2012-2032, Bupati Majene Fahmi Massiara bersama Tim GIS Perpetaan yang diketuai Kepala Bapeda Majene mengikuti rapat Pleno Pemberian Rekomendasi Peta Rencana Detail Tata Ruang RDTR Perkotaan Majene Tahun 2020, di ruang Rapat Pusat Pemetaan Tata Ruang & Atlas Gedung F. Lt. 2 Badan Informasi Geospasial Jl. Raya Jakarta – Bogor. Rombongan Pemerintah Kabupaten Majene  diterima langsung oleh Kepala Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas Mulyanto Darmawan.

Dalam kesempatan tersebut Fahmi Massiara perkembangan kawasan perkotaan Majene secara khusus membutuhkan rencana penataan ruang yang  lebih operasional untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pembangunan di kota Majene, dalam hal ini dokumen RDTR dan peraturan zonasi kawasan perkotaan Kabupaten Majene.

Untuk itu ia berterima kasih kepada tim supervisi pusat pemetaan tata ruang dan Atlas BIS karna telah memberikan arahan dan perhatian  ke Pemerintah Kabupaten Majene. Hal tersebut sangat bermanfaat dan membantu Pemda Majene  mewujudkan kawasan perkotaan Majene sebagai pusat kegiatan pendidikan Sulawesi Barat, pusat pemerintahan, serta pusat perdagangan dan jasa berskala regional dalam ruang yang aman, nyaman dan produktif dan berkelanjutan. ” informasi hari ini, tentu sangat bermanfaat bagi kami, khsusunya dalam penataan kawasan perkotaan ” ungkapnya.

🔥68

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here