Untuk memonitoring persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pailkada) Serentak di Kabupten Majene, Ketua DPRD Provinsi Sulbar bersama anggota Komisi I DPRD Sulbar dan Kepala Kesbangpol Sulbar dan jajaranya, menggelar pertemuan di kantor Kesbangpol Majene Selasa 21 Januari 2020.

Selaku tuan rumah, Kepala Badan Kesbangpol Majene Rustam Rauf, menyambut baik kunjungan tersebut dan baru kali ini dilakukan. “ kami senang karna Majene menjadi salah satu lokasi kunjungan kerja dari DPRD Sulbar dan Pemprov Sulbar, apalagi ini baru pertama kali di laksanakan” ucap Rustam.

 

Ketua DPRD Provinsi Sulbar Hj. Sitti Suraidah Suhardi mengatakan, kunjungan kerja tersebut untuk mengetahui sejauh mana persiapan pelaksanaan Pemilukada Serentak tahun 2020, seperti tahapan, infrastruktur, penerimaan PPK termasuk anggaran. Legislator Partai Demokrat tersebut yakin, dengan tahapan pemilu yang dilaksanakan secara berkualitas juga akan berpengaruh pada pelaksanaan dan sejauh apa  tahapan yang berjalan,  sudah sampai dimana tahapan pemilihan berjalan,  infrastrukturnya, penjaringan PPK dan alokasi anggarannya “ ucap Suraidah.

Ketua KPU Majene Arsalin Aras mengatakan, sejak tanggal 1 Oktober tahapan pemilihan umum telah dimulai setelah penandatanganan NPHD dengan Pemerintah Kabupaten Majene. KPU Majene juga juga masih  aktif melaksanakan sosialiasi ke masyarakat. Untuk rekruitmen PPK, Arsalin mengatakan sudah berjalan selama tiga hari, dan penutupan penerimaan berkas pendaftaran pada hari Jumat nanti. Pada pelaksanaanya, Majene masih menggunakan motede tertulis dan bukan system CAT, alasannya keterbatasan anggaran, sarana dan prasana lainnya. “ untuk pelaksanaan CAT tidak bias kami lakukan selain beban anggaran, tapi juga persoalan akses internet dan butuh tenaga untuk operator “ sebutnya.

 

Dalam sejarah pelaksanaan Pemilihan Umum di kabupaten Majene, selalu berjalan kondusif dan tertib, meski demikian masih banyak hal yang perlu untuk di antisipasi. Seperti persoalan listrik, karna tidak semua desa di Kecamatan telah teraliri listrik. Arsalin menyebutkan di kecamatan Ulumanda dari 8 Desa, hanya tiga yang teraliri, begitu pula di Kecmatan Malunda, dari 12 Desa hanyan 3 yang teraliri begitupun dengan akses internet. Untuk itu ia berharap ada solusi dan bantuan dari stakeholder terkait, apalagi di hari pencoblosan nanti KPU Majene juga akan melaksanakan e-rekap, sehingga setiap PPK harus menggunakan Anroid. “ Tiba-tiba di hari H pencoblosan kita di semprit Bawaslu, kita mau bilang apa, namun kami optimis Pemilu bisa berjalan dengan baik” paparnya.

Dalam kesempatan itu Kepala Kesbangpol Provinsi Sulbar Rahmat Sunusi, mengingatkan lepada ASN untuk tidak terlibat dalam politik praktis.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Sulbar yang turut hadir diantaranya Firman Argo Waskito, Sabar Budiman, Muh. Rizal Saal, Marigun Rasyid,  Dalif Arsyad, Hamzah Sunuba.

 

.

 

🔥154

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here